Polisi Menembak Otak Pencurian Motor di Sejumlah Sekolah di Tulungagung

Polisi menembak kaki seorang anggota komplotan pencuri motor yang beberapa waktu lalu beraksi di sejumlah sekolah.

Polisi Menembak Otak Pencurian Motor di Sejumlah Sekolah di Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kasiaman (33) otak curanmor di sejumlah sekolah di Tulungagung saat diamankan di kantor polisi. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Seorang staf Polres Tulungagung dan seorang polisi berpakain sipil harus membopong Kasiaman (33) alias Sandiman. Otak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini ditembak kedua kakinya, karena berupaya kabur saat hendak ditangkap.

Warga Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan menjadi sosok paling dicari seminggu terakhir.

Sebab Kasiaman yang menggerakkan aksi curanmor di tiga lembaga pendidikan, yaitu IAIN Tulungagung, SMKN 2 Boyolangu dan SMAN 1 Gondang.

Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon menjelaskan, bersama tiga kawanya Kasiman datang ke Tulungagung. Dua orang berboncengan dengan motor dan bertugas mencari sasaran. Dua orang lainnya naik angkutan bus.

“Yang naik motor ini tugasnya mencari sasaran sekolah-sekolah yang dianggap lengah. Begitu dua pelaku lain tiba, mereka siap beraksi,” terang Yong, Jumat (23/12).

Dalam modusnya, Kasiaman dan kawan-kawan berpura-pura sebagai siswa dan orang tua siswa. Saat berhasil beraksi, motor hasil curian dibawa ke Blitar dan diparkir di salah satu pusat pertokoan. Keesokan harinya motor dibawa ke Lumajang.

Sekali beraksi mereka butuh waktu 10 hari untuk menjual. Setelah itu kawanan ini datang lagi ke Tulungagung dan beraksi. Dari tiga lembaga pendidikan itu, Kasiaman dan kawan-kawan mendapatkan tiga Yamaha Vixion, tiga Honda Vario serta tiga Honda Beat.

“Pelaku berusaha kabur ke Bali, begitu tiga rekannya ditangkap. Tapi sebelum berangkat, dia kami tangkap,” tutur Yong.

Dari data kepolisian, Kasiaman adalah residivis curanmor di Probolinggo. Kasiaman mengatakan, satu uni Yamaha Vixion dijual seharga Rp 3.500.000. Sedangkan Honda Vario maupun Honda Beat dijual Rp 3.000.000 per unit.

“Uangnya dibagi sama untuk empat orang,” ucap Kasiaman sambil menahan sakit. Kasiaman mengaku mendapat tugas untuk membuka kunci kontak motor dengan kunci T. Sekali beraksi ada beberapa motor yang langsung dirusak rumah kuncinya.

Tujuannya agar tiga rekannya yang bagian melarikan motor, mempunyai pilihan motor mana yang akan dilarikan. Salah satu motor yang dicuri kawanan Kasiaman adalah Honda Beat AG 5399 RBK. Motor itu milik K, seorang siswi SMAN 1 Gondang.

K beruntung, sebab motornya bisa ditemukan polisi dalam keadaan utuh. K kian senang ketika motornya dikembalikan langsung oleh Kapolres. Senyum siswa kelas IX ini terus mengembang.

K mengakui, saat parkir dirinya tidak pernah menutup kunci magnetik yang menjadi pelindung lubang kontak.

“Biasanya tidak pernah ditutup, hanya dikunci gondok (setir) dan langsung ditinggal begitu saja,” ucapnya. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved