Berita Madura

'Horor' Akses Suramadu, 10 Kasus Tabrak Lari Selama 2017

Akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura seolah menjadi 'horor' bagi pengendara sepeda motor. Katanya, ini karena kurang fasilitas...

'Horor' Akses Suramadu, 10 Kasus Tabrak Lari Selama 2017
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Lalu lintas di kawasan jembatan Suramadu. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura seolah menjadi 'horor' bagi pengendara sepeda motor.

Didirikannya Monumen Kecelakaan Lalu-lintas (Lakalantas) di pintu masuk akses, Dusun Petapan, Desa/Kecamatan Burneh pada Juni 2016 silam oleh Polres Bangkalan menjadi bukti keganasan jalur nasional sepanjang 12 kilometer.

Pendirian Monumen Lakalantas itu sebagai bentuk peringatan bagi para pengendara agar lebih berhati-hati ketika berkendara melintasi akses menuju Jembatan Suramadu. Akses yang ditetapkan sebagai jalur blackspot atau jalur tengkorak oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Markas Komando Lakalantas Polres Bangkalan, hingga pertengahan Desember 2017 tercatat sebanyak 25 kasus lakalantas di akses Suramadu. Jumlah korban mencapai 37 orang; 9 meninggal dunia, 8 luka berat, dan 20 luka ringan.

Dari 25 kasus lakalantas di akses Suramadu, 10 di antaranya merupakan kasus tabrak lari dengan korban 2 orang meninggal, 8 orang luka berat, dan 8 orang luka ringan.

Jumlah kasus tabrak lari di akses Suramadu sisi Madura itu lebih rendah dibandingkan kasus tabrak lari di tahun sebelumnya. Di mana sepanjang tahun 2016, tercatat 4 kasus dari total 24 kasus lakalantas di akses Suramadu.

Kendati demikian, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrak lari mencapai 3 orang dari jumlah total 11 korban meninggal dunia, 6 luka berat, dan 21 menderita luka ringan selama 2016.

Kasus tabrak lari di akses mulus dan cenderung lurus itu mayoritas terjadi pada malam hingga menjelang pagi. Di mana jalur dalam kondisi sepi namun kecepatan kendaraan lebih tinggi.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetyo mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menekan angka lakalantas di akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura melalui kegiatan patroli selama 24 jam.

"Kami bagi menjadi dua regu untuk patroli sampai pagi. Dimulai sejak pukul 10.00 hingga pukul 01.00. Berlanjut hingga pukul 05.00," ungkap Inggit kepada Surya, Jumat (22/12/2017).

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved