Berita Pendidikan Surabaya

Terkait Akreditasi, Sekolah Dilarang Keluarkan Biaya, Ini Alasannya

Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman menuturkan, akreditasi menjadi salah satu penilaian penting bagi sekolah.

Terkait Akreditasi, Sekolah Dilarang Keluarkan Biaya, Ini Alasannya
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman menuturkan, akreditasi menjadi salah satu penilaian penting bagi sekolah.

Pantas jika skor akreditasi terus digenjot untuk mendorong standar pendidikan yang lebih tinggi.

“SMK kita dorong terus supaya hasil akreditasinya baik. Tahun ini berhasil terealisasi,” ungkap Saiful, Kamis (21/12/2017).

Dia mengungkapkan anggaran akreditasi yang diberikan pemerintah pusat cukup minim dalam melaksanakan akreditasi.

Namun, Pemprov Jatim juga tak kalah dalam memberikan suport, khusushnya dalam hal operasional pelaksanaan akreditasi.

Selain itu, Pemprov juga terus berusaha mendampingi sekolah dalam memenuhi standarnya.

“Tahun ini untuk mendukung sarana prasaran SMK saja mencapai Rp 200 miliar. Mulai dari perbaikan ruang, alat praktikum dan alat pembelajaran,” tutur Saiful.

Bantuan tersebut, lanjut Saiful, menjadi bagian penting dalam memenuhi standar pendidikan sesuai penilaian akreditasi.

Tetapi ia juga menyadari sejumlah kekurangan masih belum tertutupi. Di antaranya rasio tenaga pendidik yang tidak seimbang dengan rasio siswa, standart sarana prasarana yang ditetapkan Dindik Jatim dan beberapa faktor lainnya.

“Memang ini harusnya tidak terjadi. Karena itu, skor yang semakin tinggi ini menjadi tantangan. Tidak perlu ditakuti,” tutur Saiful.

Menurut Saiful, anggaran akreditasi tetap harus dipenuhi oleh pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun daerah.

Sekolah, lanjut dia, tidak berhak mengeluarkan biaya untuk keperluan akreditasi. Sebab, ini terkait netralitas dan independensi asesor.

“Kalau sekolah yang membayar akreditasi, nanti timbul rasa kasihan dalam penilaian,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help