Berita Surabaya

Modus Baru, Jaringan Pengedar Narkoba Simpan Sabu-sabu di Spidol

Polsek Tegalsari Surabaya mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Dalam aksinya, komplotan ini memanfaatkan spidol bekas.

Modus Baru, Jaringan Pengedar Narkoba Simpan Sabu-sabu di Spidol
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol David Triyo Prasojo (kanan) menunjukan barang bukti sepidol berisi sabu yang disita dari pelaku jaringan pengedar narkoba yang ditangkapnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari Surabaya mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan telah menangkap 4 orang anggotanya. 

Empat orang itu Kasbullah alias Rio (40), asal Krembangan ; Siti Aisyah alias Isa (39), asal Menganti Gresik ; Irfan Rosidi alias Ipang (38), warga Tambak Mayor Asemrowo ; dan Humam Farid (28), asal Jl Bromo Surabaya.

Empat pengedar sabu di Surabaya ini ditangkap di tempat berbeda.

Awalnya polisi menciduk Umam di depan toiket diskotik yang berlokasi di Tunjungan Plasa Surabaya.

Saat menggeledah Humam, poisi menemukan narkoba jenis sabu seberat 0,92 gram, 2 butir pil bergambar Hello Kitty yang diduga extasi dan pipet kaca yang ada sisa sabu.

"Saat kami periksa, tersangka Humam ini ternyata dapat barang (narkoba) dari Ipang (Irfan Rosidi)," sebut Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo, Rabu (20/12/2017).

Dari menginterogasi Humam, tim Anti Bandit melakukan pengembangan dan memburu Ipang. Dia akhirnya diringkus di kediamanya di Tambak Mayor Asemrowo.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumah Ipang, petugas menemukan pipet kaca di dalam tas. Di pipet kaca itu, ada sisa sabu 0,2 gram.

Kepada petugas, Ipang mengaku mengonsumsi sabu-sabu sudah 8 bulan terakhir.

Barang itu diperolehnya dari Rio dan Siti Aisah yang biasa menyuplai ke di wilayah Surabaya. Kedua pemasok sabu itu pun dikejar dan ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari dua pelaku itu, polisi menyita barang bukti beberapa spidol bekas yang di dalamnya berisi sabu seberat 0,86 gram, satu doos book yang di dalamnya diisi sabu seberat 8,23 gram, seperangkat alat hisap, tiga sedotan, dua timbangan elektrik, dua korek api uang Rp 290 ribu dan tiga bungkus plastik ganja.

David menuturkan, pelaku Rio dan Siti ini menyimpan dan menjual sabu yang dikemas dalam spidol bekas. 

"Ini termasuk salah satu modus baru yang kami temukan dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Ini dilakukan tersangka guna mengelabui kami," tutur David.

Awalnya petugas tidak mengira jika sabu disembunyikan di dalam spidol bekas, tapi akhirnya bisa membongkar dan mengetahui modus yang dilakukan tersangka.

Guna mempertangungjawabkan perbuatannya, empat tersangka mendekam di sel tahanan polisi, Tiga tersangka laki-laki ditahan di Mapolsek tegalsari, sedangkan Siti Aisah dititipkan di tahanan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help