Liputan Khusus

Dulu, Sering Hadir di Sejumlah Komunitas untuk Belajar, Kini Ria Didapuk Jadi Narasumber

Yang membuat Ria Saktia, founder Anaria Wedding sangat bahagia menjalani bisnisnya adalah dukungan dari sang suami

Dulu, Sering Hadir di Sejumlah Komunitas untuk Belajar, Kini Ria Didapuk Jadi Narasumber
surya/m taufik
Ria Saktia, founder Anaria Wedding 

SURYA.co.id | SURABAYA - Yang membuat Ria Saktia, founder Anaria Wedding sangat bahagia menjalani bisnisnya adalah dukungan dari sang suami.

Tahun 2014, ketika bisnis sedang berkembang bagus, sang suami yang basicnya seorang pengajar dan ketika itu sudah menjabat sebagai kepala sekolah di sebuah sekolah swasta ternama di Surabaya, memutuskan mundur dari pekerjaannya untuk all out menangani bisnis bersama Ria.

“Sejak saat itu dan hingga sekarang, kami berbagi tugas. Saya bagian HRD dan Marketing, suami yang menangani produksi dan keuangan,” tutur Ria.

Karena sudah bukan hanya bahan kerajinan, sejak 2014 itu pula, nama Anaria Craft yang sebelumnya juga merupakan nama toko peninggalan ibu di PGS, berubah menjadi Anaria Wedding.

Ini karena barang yang dijual sudah bukan hanya kerajinan, tapi hampir semua hal terkait pesta pernikahan.

Semakin hari, toko online maupun offline itu terus berkembang.

Sekarang, Ria sudah memiliki tenaga pemasaran online, dua pegawai khusus desain, 11 bagian produksi, dan anak-anak magang yang juga sering turut membantu di sana.

Seiring banyaknya pegawai yang dimiliki, Ria dan suami pun semakin punya banyak waktu di rumah.
Hampir sepanjang waktu, ibu dua anak ini berada di rumah.

Penjualan, transaksi, dan sebagainya terkait bisnis yang digelutinya, semua bisa terpantau dari gadget.

Hanya sesekali dia ke galeri ketika ada keperluan tertentu.

“Sekarang ini anak pertama saya baru berusia dua tahun, sedangkan anak kedua masih 18 bulan. Ayahnya yang bertugas antar jemput sekolah. Sedangkan urusan di rumah bagian saya,” urainya.

Namun, Ria masih tetap punya waktu untuk berbagi dengan komunitasnya, termasuk TDA Surabaya, HIPMI, dan IMA.

Bedanya, dulu dirinya lebih banyak belajar setiap kali hadir dalam acara komunitas-komunitas itu, sekarang menjadi narasumber. (Aflahul Abidin/M Taufik)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved