Berita Surabaya

KONI Minta Atlet Jatim Jauhi Narkoba, Erlangga: Kalau Atlet Sudah Kenal Narkoba, Wassalam

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung memberi peringatan tegas pada para atlet Jatim untuk menjauhi narkoba.

KONI Minta Atlet Jatim Jauhi Narkoba, Erlangga: Kalau Atlet Sudah Kenal Narkoba, Wassalam
surya/dya ayu
Suasana Focus Group Discussion di Hotel Cendana, Surabaya, Selasa (19/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung memberi peringatan tegas pada para atlet Jatim untuk menjauhi narkoba.

Hal itu disampaikan Erlangga dalam Focus Group Discussion 'Bersama meningkatkan kompetensi menuju Jatim juara PON XX Papua 2020' di Hotel Cendana, Surabaya, Selasa (19/12/2017) siang.

Acara tersebut digagas Pokja KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov  Jatim. 

Ini tak lepas dari upaya KONI Jatim untuk mempersiapkan amunisi jelang PON XX Papua 2020.

Pasalnya, diakui Erlangga, apabila para atlet sampai mengenal barang haram itu, prestasi yang diukir selama bertahun-tahun akan terenggut dengan sekejap.

"Seorang atlet selamat sampai tujuan, salah satu hambatannya adalah urusan narkoba. Kalau seorang atlet kena narkoba,wassalam. Padahal mereka sudah kami bina mulai remaja sampai golden age dan KONI se-Indonesia yang membahas olahraga dari sisi narkoba baru Jawa Timur ini," kata Erlangga Satriagung, Selasa (19/12/2017) siang.

Selain itu, Dokter Rehabilitasi BNN Kota Surabaya Dr Singgih Widi Pratomo sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut menjelaskan bahwa narkoba bukan semata-mata menyerang atlet dan para pengkonsumsi narkoba saja, namun lebih pada mereka lemahkan masyarakat, khususnya di Indonesia.

Untuk itu, memerangi narkoba ini tidak hanya harus dilakukan oleh kalangan pecinta olahraga saja, namun juga seluruh pihak.

"Bicara soal narkotika ini bukan lagi bicara masalah mencari uang saja, tapi ini proxy war, perang pelemahan sumber daya manusia.

Tidak ada satu profesi pun yang bebas dari narkoba. Kita semua harus peduli akan hal itu.
Pecandu tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dipulihkan," jelas Singgih Widi Pratomo.

Sementara itu, Bejo Sugiantoro Mantan penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia, yang juga didatangkan sebagai salah satu contoh atlet yang sukses tanpa menggunakan narkoba menuturkan, untuk mendapatkan performa yang sesuai keinginan hingga dirinya sudah gantung sepatu dan menjadi pelatih, ialah memperbanyak makan sayur dan menjauhi narkoba.

"Banyak faktor yang membuat saya di usia 40 tahun masih diminta bermain, salah satunya pola hidup sehat, makan sayur dan jauhi narkoba. Sebagai atlet, hak senang-senang memang dibatasi. Sebab jika kami bisa mengelola kondisi sendiri, pasti tidak ada komplain dari orang lain dan hal ini yang saya coba turunkan ke anak saya (Rahmad Iriyanto). Dia sudah saya didik disiplin. Saya tekankan untuk jauhi narkoba," tutur Bejo Sugiantoro.

Diakui Bejo, narkoba memang sudah merambah ke semua kalangan, tak hanya atlet dan artis saja. Bahkan dirinya mengungkapkan pernah satu kamar dengan pengguna narkoba kala itu.

"Saya alhamdulillah tidak pernah mendekati narkoba. Padahal dulu saya satu kamar dengan orang yang pakai narkoba. Harus punya benteng diri," tambahnya. 

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help