Lapor Cak

Sudah Ada Parkir Meter, Jukir Taman Bungkul masih Berlakukan Parkir Manual, Lebih Mahal Lagi!

Sepuluh unit mesin parkir elektronik sudah terpasang mengelilingi Taman Bungkul.

Sudah Ada Parkir Meter, Jukir Taman Bungkul masih Berlakukan Parkir Manual, Lebih Mahal Lagi!
surya/bobby constantine koloway
PARKIR METER - Petugas Dishub Surabaya melakukan pengecekan mesin parkir meter di Taman Bungkul, Minggu (17/12). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Sepuluh unit mesin parkir elektronik sudah terpasang mengelilingi Taman Bungkul. Pada Minggu (17/12/2017) pagi, penggunaan alat parkirmeter ini bahkan dilakukan soft launching oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya,

Namun sayangnya, penggunaan alat tersebut belum maksimal. Siang hari, alat itu tidak dimanfaatkan melayani parkir. Juru di sana masih melayanai parkir manual.

Seperti diamati Surya.co.id siang itu. Di sana, setiap ada warga parkir, mereka akan diberikan karcis resmi dari Dinas Perhubungan.

Dalam karcisnya bertuliskan tarif parkir sebesar Rp 2.000 untuk sekali pakir.

Namun, saat akan meninggalkan lokasi parkir, jukir justru menarik tarif parkir menjadi Rp 3.000.

Seperti  dialami  Thariq Dwi Guntoro, pengunjung Taman Bungkul, Minggu Siang.

Ia yang datang bersama istri dan anaknya memarkir kendaraan roda duanya di Taman Bungkul sisi barat.

"Dikasih karcis kok. Tapi ditarik Rp 3.000," kata Thariq.

Ia mengaku tidak mau berdebat untuk meminta penurunan tarif. Namun, ia sempat bertanya tentang tarif yang berlaku seharusnya Rp 2.000 sebagaimana dalam papan pengumuman parkir kawasan Taman Bungkul.

"Tapi saya sempat tanya mesin parkir yang ada di depan motor saya itu apa, tapi katanya belum berlaku. Katanya baru berlaku mulai awal tahun depan. Ya sudah saya sudah tidak tanya lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help