Berita Pasuruan

Razia di Tretes, Satpol PP Ciduk 9 Perempuan Pekerja Seks Sedang Layani Pelanggan

Satpol PP Kabupaten Pasuruan mengamankan 9 perempuan pekerja seks yang sedang melayani pelanggannya di kawasan Tretes.

Razia di Tretes, Satpol PP Ciduk 9 Perempuan Pekerja Seks Sedang Layani Pelanggan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan saat mengamankan 9 perempuan yang diduga menjadi Pekerja Seks Komersial di kawasan Tretes, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan kembali merazia beberapa rumah yang dijadikan kos – kosan dan beberapa penginapan di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (18/12/2017) malam.

Hasilnya, sembilan perempuan yang diduga anggota jaringan Pekerja Seks Komersial (PSK), diciduk saat sedang bermesraan dengan pasangannya. 

Setelah itu, sembilan perempuan langsung diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa sembilan orang ini bukan berasal dari Kabupaten Pasuruan

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, dalam pemeriksaan, kesembilan ini mengakui bahwa mereka bekerja di seorang mucikari, dan menjadi wanita penghibur.

“Kami beri mereka sosialisai, dan kami ingatkan mereka untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Untuk sementara , kami periksa kelengkapan dokumen kependudukannya. Kami data mereka, untuk persiapan pemulangan ke daerahnya masing – masing,” jelasnya.

Dia menjelaskan, selain itu, pihaknya juga memeriksa kesehatan mereka. Semua perempuan dites HIV Aids. Hasilnya, mereka belum terjangkit virus mematikan itu.

“Sementara kami koordinasi dengan Dinsos. Setelah itu, akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.

Penertiban ini, kata Yudha dilakukan dalam rangka antisipasi gangguan keamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kata dia, pihaknya harus memastikan kondisi di Kabupaten Pasuruan ini aman dan nyaman.

“Kami akan lakukan razia secara berkala sampai tahun baru nanti. Apapun yang berpotensi ‘bisa menimbulkan gangguan keamanan dan kerawanan akan kami tindak lanjuti,” pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help