Lapor Cak 

Pemkot: Parkir Elektronik di Taman Bungkul masih Tahap Sosialisasi hingga Dua Bulan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya menjelaskan penerapan parkir elektronik di kawasan Taman Bungkul masih tahap sosialisasi.

Pemkot: Parkir Elektronik di Taman Bungkul masih Tahap Sosialisasi hingga Dua Bulan
surya/ahmad zaimul haq
PARKIR METER - Mesin parkir meter di Taman Bungkul, Minggu (17/12/2017). Sepuluh unit mesin parkir elektronik terpasang di Taman Bungkul. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan sistem penerapan parkir elektronik di kawasan Taman Bungkul masih tahap sosialisasi.

Sosialisasi ini akan dilakukan hingga satu atau dua bulan mendatang.

Sehingga wajar jika sampai saat ini meski alat parkirmeter sudah terpasang namun jukir masih melakukan pelayanan parkir secara manual.

"Sekarang masih sosialisasi sampai satu atau dua bulan ke ddepan. Sambil kita lihat perkembangan di lapangan apa masyarakat sudah banyak yang pakai e-payment," kata Irvan, saat dikonfimrasi Minggu (17/12/2017).

Terkait masih adanya jukir yang menarik retribusi parkir secara mahal, hal tersebut tetap menjadi perhatian Dinas Perhubungan.

Di lokasi Taman Bungkul sudah diberi penanda pengumuman tarif parkir zona. Dan jika ada pengguna parkir yang ditarik mahal tidak sesuai tarif seharusnya, maka mereka berhak menolak atau protes.

"Dan untuk laporan, warga juga bisa melaporkan jukir yang masih nakal dan diinformasikan ke kami foto jukirnya," ucap Irvan. Sehingga jukir tersebut bisa dilakukan penindakan.

Lebih lanjut, Irvan menyebutkan sepuluh parkir meter yang ada di Taman Bungkul tersebut dimanfaatkan untuk sosialisasi ke warga dan juga jukir.
Selama masa ini, jukir dan pengunjung akan dilatih untuk memasukkan nomor polisi kendaraan.

Dan jika pengguna parkir sudah memiliki e-money sendiri maka mereka bisa lansung melakukan tab dan menmbayar sendiri.

Namun jika belum punya e-money maka akan dibantu oleh juru parkir yang bertugas untuk melakukan tab.

"Januari insyallah ota akan efektir berlakukan untuk sistem gaji jukir. Nanti mereka gajinya sudah ikut Pemkot," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help