Berita Bangkalan Madura

Sebar Berita Hoax Peristiwa Kecelakaan, Penjual Buah Diciduk Polisi

Cuma demi dapat Like, seorang penjual buah dari Bangkalan menyebar berita hoax soal kecelakaan maut. Akibatnya jadi begini deh...

Sebar Berita Hoax Peristiwa Kecelakaan, Penjual Buah Diciduk Polisi
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Abd Rohman (kiri) ketika membacakan surat pernyataan dan permohonan maaf, Minggu (17/12/2017) di Mapolres Bangkalan atas postingan informasi hoax tentang kecelakaan lewat akun Facebooknya. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Niat mengabarkan peristiwa kecelakaan lalu-lalu lintas (lakalantas) di dinding Facebook malah berujung petaka.

Abd Rohman (26), warga Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, harus berurusan dengan pihak kepolisian karena informasi yang disebarkan ternyata hoax alias tidak benar.

Dalam akun Facebooknya, Arif Rohman memasang beberapa foto peristiwa lakalantas antara trailer dengan bus dengan korban bergelimpangan di jalan raya.

Foto-foto itu lantas diberi keterangan 'Kecelakaan di Bangkalan'. Kontan saja postingan pria yang istrinya tengah hamil 8 bulan itu mendapat ribuan komentar.

"Kepada masyarakat Bangkalan dan Madura, khususnya pengguna Facebook, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak tahu akan berdampak seperti ini," ungkap Rohman sambil membacakan pernyataan di hadapan awak media didampingi Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha di ruang lobi mapolres, Minggu (17/12/2017).

Ia terlihat shock. Keputusan mengunggah foto-foto peristiwa memilukan itu sekedar ingin mendapatkan banyak 'like' dan komentar dari pengguna facebok.

"Saya dapat dari Facebook juga lalu saya informasikan lagi. Setelah menampilkan itu, ponsel saya matikan.Ternyata sangat banyak yang berkomentar," jelasnya dengan polos.

Menilik dari latar belakang pendidikannya, Rohman hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar. Itu pun hanya kelas satu saja. Kesehariannya hingga kini dihabiskan dengan berjualan buah di Gresik.

Kondisi tersebut membuat Polres Bangkalan merubah setting tempat rilis. Kapolres Bangkalan Anissulah M Ridha memutuskan rilis dalam suasana santai cenderung bernuansa dialog.

"Sekarang kamu sudah terkenal. Tapi bukan dengan hal baik. Karena peristiwa lakalantas itu bukan di Bangkalan," kata Anis kepada Rohman.

Ia menyatakan, pihaknya lebih memilih pendekatan persuasif daripada menerapkan Undang-undang 28 Nomor 19 tentang ITE.

"Dia (Rohman) dijemput keluarganya di Gresik lalu diserahkan kepada kami. Tidak ditangkap karena selanjutnya akan kami bina agar menjadi netizen yang baik," katanya.

Kebijakan itu ditempuh Anis lantaran perbuatan yang dilakukan Rohman murni karena ketidakpahamannya sebagai pengguna media sosial. Kendati demikian, pihaknya tidak akan mentoleransi jika hal itu kembali dilakukan Rohman.

"Ini tidak berkonten isu SARA. Tapi kasus ini akan menjadi pintu masuk bahwa perbuatan menyebarkan informasi tak benar, apalagi penghinaan akan tersentuh hukum," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help