Berita Bisnis

Waspada Investasi Bodong, OJK Ungkap 21 Entitas Ilegal, Ini Daftarnya

Selain mewaspadai investasi bodong, satgas investasi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penawaran mata uang virtual

Waspada Investasi Bodong, OJK Ungkap 21 Entitas Ilegal, Ini Daftarnya
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) meminta masyarakat berhati-hati pada penawaran produk dan kegiatan usaha dari 21 entitas yang telah diidentifikasi Desember 2017.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, ke-21 entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk atau investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Sebab, imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

"Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," ujar Tongam, Kamis (14/12/2017).

Selain mewaspadai investasi bodong, satgas investasi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penawaran mata uang virtual (virtual currency) seperti bitcoin.

"Perdagangan virtual currency lebih bersifat spekulatif karena memiliki risiko yang sangat tinggi. Beberapa entitas yang menawarkan virtual currency bukan bertindak sebagai marketplace tetap memberikan janji imbal hasil apabila membeli virtual currency," tambahnya.

Menurut Tongam, masyarakat perlu waspada terkait penawaran mata uang virtual, sebab, Bank Indonesia pun melarang pengguaan uang virtual sebagai alat pembayaran.

Menurut Tongam, pihaknya secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal.

Berikut 21 entitas tersebut:

1. PT Ayudee Global Nusantara
2. PT Indiscub Ziona Ripav

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help