Surya/

Lapor Cak

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hampir Berakhir, Samsat Dibanjiri Warga

Menjelang berakhirnya program pemutihan pajak kendaraan bermotor di Jatim, para pemilik kendaraan makin membanjiri kantor Samsat.

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang berakhirnya program pemutihan pajak kendaraan bermotor di Jatim, para pemilik kendaraan makin membanjiri kantor Samsat. 

Diprediksi, warga makin membanjiri kantor Samsat untuk mendapatkan layanan pemutihan hingga hari H penutupan.  

Seperti yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) pagi tadi, Kantor Bersama Samsat Manyar dipadati ribuan warga.

"Tidak terasa pemutihan sudah mau tutup. Ini mau balik nama mobil," ucap Fahrur Rozi, warga Tambaksari.

"Enak mungkin ya layanan apa pun menggunakan online. Saya tidak tahu bisa tidak ya," tambah Erlina, wajib pajak lainnya di Samsat Manyar.

Di kantor layanan itu seminggu terakhir ini banyak dipadati warga. Terutama yang memanfaatkan pemutihan pajak. Penghapusan denda pajak itu tak berlaku saat pemutihan. Hanya membayar pajak pokok kendaraan.

Saat hari biasa Kantor Samsat Manyar dipadati sekitar 1.500-an wajib pajak. Saat menjelang penutupan pemutihan pajak saat ini, pengunjung mencapai 2.000 lebih.

"Kami rasakan padat pengunjung mulai awal Januari. Mau bagaimana lagi. Tetap kami layani sesuai jadwal waktu layanan," kata Administratur Layanan Kantor Bersama Samsat Manyar, Bambang Sutikno.

Dia memprediksi bahwa puncaknya akan terjadi pada seminggu menjelang berakhirnya masa layanan pemutihan.

Kondisi yang sama juga tersaji di Kantor Samsat Ketintang. Administratur Layanan Ketintang, Ismail, menuturkan bahwa ada 1.500 warga memadati kantornya. Hari biasa sekitar 1.000 dalam sehari. 

"Kami belum perlu menambah personil. Masih kami maksimalkan tenaga yang ada. Semoga cepat tuntas," kata Ismail.

Pemprov Jatim mengadakan layanan khusus pemutihan mulai 23 Oktober - 28 Desember 2017.

Semua nopol dan KTP Jatim berhak atas layanan ini. Selain denda gratis juga bebas biaya balik nama semua jenis kendaraan.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help