Grahadi

Press Release

Menjelang Jadi Pegawai Pusat, Ratusan Penyuluh KB Gelar Jambore di Bumi Marinir

Sebanyak 469 Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB Jatim Regional Surabaya mengikuti Jambore di Bumi Marinir Surabaya.

Menjelang Jadi Pegawai Pusat, Ratusan Penyuluh KB Gelar Jambore di Bumi Marinir
ist
Kepala BKKBN Jatim, Yenrizal Makmur (ketiga dari kiri) saat menghadiri Jambore Penyuluh KB di Bumi Marinir 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 469 Penyuluh KB (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLB) Jatim Regional Surabaya mengikuti Jambore di Pusat Pendidikan Marinir Gunungsari Surabaya. Mereka menjalani diklat (pendidikan dan latihan) bersama militer di lingkungan TNI AL tersebut.

Tak hanya untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai petugas andal bersama masyarakat di lapangan, namun mereka juga digembleng agar bisa berdisiplin dan penuh tanggung jawab.

"Diharapkan mereka bisa lebih bersemangat lagi di tahun 2018. Per Januari nanti, seluruh petugas ini akan menjadi pegawai pusat. Selama ini mereka ikut (menjadi pagawai) kabupaten dan kota," kata Kepala BKKBN Jatim, Yenrizal Makmur yang hadir dalam pembukaan Jambore PKB dan PLB, Rabu (13/12).

Selama dua hari, mereka mengikuti diklat di Bumi Marinir. Selain ikut dalam forum diskusi dan seminar, mereka juga digembleng melalui pemberian motivasi hingga outbond dan fun edukasi lainnya. Selama diklat itu, mereka wajib menginap di Pusat Pendidikan Marinir Kodikmar Gunungsari.

Refresh dan Upgrade

Yenrizal menyebutkan, selain PKB dan PLB Jatim Regional wilayah Surabaya, seluruh PKB dan PLB di dua wilayah lain yakni Jember dan Malang juga menggelar Jambore yang sama. Mereka direfresh dan di-upgrade menjelang menjadi aparatur sipil negara (ASN) BKKBN Pusat.

"Senang kembali bisa bertemu teman-teman dan meningkatkan kompetensi. Siap grak pokoknya kalau bersama TNI," kata Masruroh, peserta dari Tuban.

Semua pegawai dan petugas penyuluh KB di seluruh daerah selama ini ikut kabupaten dan kota. Di Jatim, jumlahnya ada ribuan. Dan mulai tahun 2018, sesuai regulasi, pengelolaan SDM di bidang KB ini diambil alih BKKBN Pusat.

Namun menurut Yenrizal, untuk pemberdayaan dan tugas, mereka tetap ada di kabupaten dan kota. Monitor juga dilakukan di daerah. “Nantinya ada pegawai koordinator di setiap kabupaten dan kota,”kata Yenrizal.

Pengambilalihan ini adalah untuk peningkatan kinerja mereka dalam mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Selama ini ada kecenderungan, mereka di kabupaten dan kota mendapat tugas ganda sehingga tidak fokus pada KB.

"Makanya kami perlu menambah wawasan mereka. Kami ajak jambore dan harus menjadi petugas kekinian sehingga bisa makin diterima oleh masyarakat," kata Yenrizal. (fai)

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved