KONI Jatim

Anggaran Olahraga terlalu Minim untuk Prestasi

Anggaran Pemerintah Indonesia untuk membina prestasi olahraga dinilai terlalu minim untuk berprestasi, apalagi berharap bisa bersaing di Asian Games.

Anggaran Olahraga terlalu Minim untuk Prestasi
surya/wahjoe harjanto
RAIH PRESTASI - Ketua Umum KONI Jatim Airlangga Satriangung bersama Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T. usai menandatangani kerjasama pembinaan prestasi atlet di Hotel Novotel Surabaya, Jumat (15/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggaran Pemerintah Indonesia untuk membina prestasi olahraga dinilai terlalu minim untuk menunjang prestasi, apalagi berharap untuk bisa bersaing di tingkat Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Tanah Air.

"Saat ini APBN untuk olahraga hanya 0,03 persen dari total Rp 2.133,2 Triliun. Ini tentu saja sangat kecil kalau untuk memacu prestasi, apalagi setingkat Asia," tegas Kepala Badan Standarisasi Republik Indonesia, M. Anwar Rachim, di sela-sela penandatanganan kerjasama (MoU) KONI Jatim dengan 14 Perguruan Tinggi di Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Jumat (15/12/2017).

Mantan pengisi acara Radion Susana Surabaya itu menegaskan, kelemahan pembinaan olahraga di Tanah Air saat ini pada tiga hal, yakni pembibitan, standarisasi mutu dan anggaran.

"Olahraga itu bisa mengangkat nama Bangsa dan Negara, sebenarnya mendapat porsi yang lebih agar bisa meningkatkan mutu dan prestasi," tandasnya.

Pria asli Jombang itu menambahkan standarisasi penting untuk meningkatkan mutu dan prestasi, seperti standarisasi pelatih, atlet dan peralatan serta cabang olahraga-cabang olahraga.

" Dalam olahraga ini ada ribuan yang perlu mendapat standarisasi, apalagi di zaman Iptek seperti saat ini, standarisasi mutu itu sangat menunjang sekali keberhasil seorang atlet," katanya.

Sedang Prof. DR.Nur Hasan, Ketua Bidang Stadarisasi KONI Jatim, mengatakan, kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi ini penting agar atlet bisa meraih prestasi sekaligus mempunyai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Selama ini ada keluhan dari atlet jika menjalani kejuaraan-kejuaraan, kemudian kuliahnya terlantar sehingga pikirannya tidak bisa fokus untuk prestasi," katanya.

Dengan adanya kerjasama ini maka perguruan tinggi memiliki pengertian dan memberikan dispensasi untuk atlet-atlet dalam menjalankan kuliahnya.

"Mereka kan juga berjuang untuk mambawa nama Bangsa dan Negara, harus ada saling pengertian yang baik. Bukannya nanti meremehkan kuliahnya, tetapi mereka juga harus benar-benar menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa," tandas pria yang selalu tampil ceria itu.

Dalam MoU tahap pertama ini KONI Jatim telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta, dari Surabaya, Malang, Jember, dan daerah lainnya.

"Ke depan nanti kita harapkan semua perguruan tinggi mendukung pemerintah untuk mencetak atlet-atlet berprestasi," pungkasnya. 

Penulis: Wahjoe Harjanto
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help