Grahadi

Press Release

Pemprov Jatim Lakukan Langkah Pencegahan dan Penanggulangan KLB Difteri

Pemprov Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah dan menanggulangi KLB Difteri. Beginilah langkah-langkahnya...

Pemprov Jatim Lakukan Langkah Pencegahan dan Penanggulangan KLB Difteri
Grafis : didit
Gejala penyakit difteri dan cara pencegahannya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jatim saat ini tengah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggukangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Difteri.

Langkah itu dilakukan untuk menekan penyebaran dan meluasnya penyakit ini di tengah-tengah masyarakat. 

Kepala Biro Humas dan Protokol  Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan, langkah pencegahan dan penanggulangan itu dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, utamanya Dinas Kesehatan Jatim lewat 3 langkah kewaspadaan Difteri.

Pertama, melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus difteri baru yang ditemukan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui jumlah atau banyaknya kasus difteri pada kontak erat, sebaran kasus, dan faktor-faktor penyebab penularan, serta menetapkan masuk dalam KLB apa tidak. Selain itu merumuskan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan KLB. 

"Itu dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota yang ada di Jatim," katanya. 

Langkah kedua, melakukan pencegahan dan penanggulangan KLB difteri dengan cara intensifikasi sosialisasi kewaspadaan difteri, pencarian aktif suspek, maupun kasus tambahan, tatalaksana kasus difteri sesuai standar yang harus dirawat inap diruang khusus infeksius.

Juga, evaluasi cakupan imunisasi difteri di lokasi penemuan kasus utk mengetahui populasi rentan, dan apabila terjadi KLB maka dilakukan pemberian imunisasi difteri tanpa memandang status imunisasi difteri sebelumnya.

Selain itu, langkah lain juga dilakukan melalui pemberian pengobatan profilaksia kepada kontak erat penderita difteri, menyiapkan dan mendistribusi logistik antara anti difteri serum (ADS) dan antibiotik serta vaksin DPT Hib, DT, Td. Stok vaksin serta memfasilitasi pemeriksaan spesimen utk menetapkan diagnosa ke lab rujukan nasional BBLK Surabaya.

Ketiga, dengan cara menggelar kegiatan bulan akselerasi cakupan imunisasi difteri 7 dosis di Jatim melalui imunisasi rutin, sweeping, imunisasi lanjutan dan imunisasi di SD. "Jadi anak mulai sejak lahir sd dengan Kelas 5 SD akan mendapatkan tujuh dosis," katanya. 

318 Kasus Di Jatim

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help