Berita Surabaya

Sidang Bos PT GBP- Jaksa Hadirkan 2 Saksi Ahli, Hukum Pidana dan Kenotariatan, ini Persidangannya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH menghadirkan dua saksi ahli dalam lanjutan sidang kasus penipuan dan penggelapan di PN Surabaya.

Sidang Bos PT GBP- Jaksa Hadirkan 2 Saksi Ahli, Hukum Pidana dan Kenotariatan, ini Persidangannya
Surabaya.tribunnews.com/anas miftakhudin
Sidang dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Henry J Gunawan di PN Surabaya, Senin (13/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH menghadirkan dua saksi ahli dalam lanjutan sidang kasus penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (13/12/2017).

Kasus ini  menjerat bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan.

Dua saksi ahli tersebut adalah Dr Jusup Jakobus Setyabudhi SH MS, ahli hukum Pidana dari Universitas Pelita Harapan Surabaya dan ahli kenotariatan, Habib Adjie SH MHum.

Dalam sidang saksi Dr Jusup Jakobus kesempatan pertama memberikan penjelasan terkait unsur pasal yang didakwakan kepada terdakwa Henry J Gunawan, yakni Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Ahli hukum pidana itu mengilustrasikan kasu ini dengan perkara lain.

Pada intinya, menurut saksi, unsur pasal yang didakwakan jaksa pada terdakwa Henry J Gunawan merupakan satu rangkaian perstiwa tindak pidana yang tidak dapat dipisahkan.

"Satu peristiwa bisa terjadi dua tindak pidana sekaligus, karena masuk dalam perbuatan berkelanjutan," jelas Jusup Jakobus.

Dalam penjelasan ilustrasinya, Jusup menguraikan tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan Henry J Gunawan merupakan suatu tindakan dengan maksud mempedayai seseorang dengan cara berkata bohong untuk meyakinkan orang lain agar mau menurutinya.

"Sedangkan yang dimaksud penggelapan adalah suatu tindak pidana dengan maksud atau tujuan untuk menguasai harta orang lain," jelas Jusup.

Senada dengan Dr Jusup Jakobus, saksi Habib Adjie menjelaskan secara ilustrasi terkait legal steanding Notaris Caroline C Kalempung sebagai pelapor dalam kasus ini.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help