Lapor Cak 

Terungkap, ternyata Ini Alasan Petugas Pasang Barrier Panjang Barlapis di Depan Grand City 

Sejak Selasa (12/12/2017), petugas memasang barrier panjang dan berlapis di depan Grand City.

Terungkap, ternyata Ini Alasan Petugas Pasang Barrier Panjang Barlapis di Depan Grand City 
surya/nurani faiq
Barrier panjang dan berlapis dipasang depan Grand City mulai Selasa (12/12/2017).      

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak Selasa (12/12/2017), petugas memasang barrier panjang dan berlapis di depan Grand City. Barrier ini untuk meyekat jalur dengan tujuan masing-masing. 

Dua Barrier itu dipasang memanjang di depan mall tersebut. Satu barrier dipasang memanjang di lajur paling kanan. Kemudian barrier lapis kedua pemisah lajur paling kiri dan kanan. 

Kabid Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surabaya, Robben Rico, menuturkan bahwa pihaknya sejak Selasa pagi memasang barrier panjang karena tak ingin ada lagi kecelakaan dan saling tabrak di lokasi itu.

 "Kami pagi tadi menambah dan memperpanjang barrier. Lebih baik saya dikecam banyak orang daripada nyawa melayang di depan Grand City," jelas Robben.

Solusi untuk menekan kecelakan di lokasi itu adalah menutup lajur yang dari Jl Yos Sudarso melalui belok kanan jembatan depan DPRD. Di jalur ini sebelumnya bisa ke arah Gubeng Pojok hingga ke Dharmawangsa. 

Namun, sejak Selasa tadi, jalur itu ditutup penuh barrier sehingga tak bisa memotong jalan.

"Kerap kecelakaan karena kendaraan memotong lajur hingga 90 derajat. Ini tak bisa dibiarkan," jelas Robben. 

Dia juga menjelaskan bahwa pemasangan barrier awal memang masih memungkinkan pengendara bisa motong jalan ke arah Gubeng Pojok atau ke Dharmawangsa. Namun, sejak Selasa tadi tidak bisa demikian.

Diakui Robben pihaknya pernah punya keluarga yang terlibat kecelakan saat motong jalan. Jika tak dipasang barrier panjang sebagai pemisah jalur akan sangat berbahaya.

 "Kebanyakan yang memotong jalur memang motor. Namun demi meminimalisasi kecelakaan, Kami pasang barrier utuh. Tak ada lagi sekat yang separo," pungkasnya. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help