Surya/

Berita Kampus Surabaya

PTN Diminta Kurangi Kuota Maba agar Fukos World Class University, begini Reaksi Rektor ITS

Rektor ITS Surabaya Prof Ir Joni Hermana menegaskan kampusnya tetap mempertahankan kuota penerimaan mahasiswa baru (maba).

PTN Diminta Kurangi Kuota Maba agar Fukos World Class University, begini Reaksi Rektor ITS
surya/sulvi sofiana
Rektor ITS Prof Joni Hermana (kanan) dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Ir Joni Hermana, Selasa (12/12/2017), menegaskan kampusnya tetap mempertahankan kuota penerimaan mahasiswa baru (maba).

Prof Joni mengungkap hal itu merespons  Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) menginginkan pembatasan jumlah maba di perguruan tinggi negeri ( PTN).

Menurut Joni, alasannya mempertahankan kuota maba karena Indonesia kini kekurangan sarjana sains dan sarjana teknik.

Ia yakin yang dimaksud dengan pengurangan kuota maba oleh Aptisi adalah mahasiswa dari kelompok program studi (prodi) sosial, politik, budaya, hukum, dan humaniora.

Hal ini tercermin dari persentase lulusan prodi tersebut mencapai 60 persen tiap tahunnya.

Sedang jumlah lulusan sains dan teknologi hanya berkisar 20 persen dari total wisudawan perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami masih akan tetap mempertahankan jumlah kuota penerimaan maba untuk saat ini, mengingat Indonesia masih memerlukan banyak sarjana sains dan teknik,” kata guru besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini, Selasa (12/12/2017).

Pengurangan kuota maba PTN, lanjut Joni, tidak lantas meningkatkan jumlah mahasiswa perguran tinggi swasta (PTS).

“Jika dikalkulasi, jumlah PTS di Indonesia saat ini sebanyak 4.300, sementara yang diminta mengurangi kuota maba hanya sekitar 140 PTN. Jumlah tersebut sangatlah tidak sebanding,” terang Joni.

Lagi pula, imbuh Joni, pendidikan ke jenjang perguruan tinggi merupakan hak setiap siswa di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help