Lapor Cak

Gerahnya Lift Untuk Disabilitas di Jembatan Penyeberangan Orang Basuki Rahmat

Jembatan penyeberangan orang di Jl Basuki Rahmat telah dilengkapi lift untuk disabilitas. Sayang, di dalam gerah banget...

Gerahnya Lift Untuk Disabilitas di Jembatan Penyeberangan Orang Basuki Rahmat
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Pengguna lift JPO Basuki Rahmat Surabaya merasa gerah tiap kali memanfaatkan lift tersebut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan lift di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Basuki Rahmat, mendapat respons positif masyarakat. Sarana ini makin melengkapi fasilitas orang yang ingin menyeberang.

Sayangnya, meski sudah enam bulan beroperasi. lift ini belum dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Kondisi ini membuat tidak nyaman pengguna lift JPO.

Seperti terekam dari empat perempuan yang antre masuk lift Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jl Basuki Rahmat (Basra), Selasa (12/12).

Saat keluar dari lift, mereka mengaku gerah. 

"Sumuk  (gerah, red) mungkin AC-nya mati," kata Riska Dwi, karyawan di sekitar Tunjungan Plaza.

Ternyata keluhan sama juga disampaikan Muyasaroh, perempuan berjilbab. Dia merasa gerah berlama-lama di dalam lift.

"Kelihatannya tidak mati AC-nya di dalam lift. Tapi kadar dingin AC masih kalah dengan suhu udara Surabaya," ujar Muyasaroh yang juga karyawan swasta di seputaran Jl Basra.

Setiap hari, lift JPO ini selalu dimanfaatkan penyeberang jalan. Kini, tak perlu lagi naik tangga JPO. Mereka cukup memanfaatkan lift.

Gerahnya di dalam lift itu ternyata tidak hanya di sisi barat Jl Basra. Namun, lift sisi timur juga kondisinya sama.

Saat Surya mengecek kondisi di dalam lift, memang AC pendingin tak bekerja maksimal.

Untuk Disabilitas

Lift JPO yang berada persis di depan KFC dari sisi timur dan sebuah minimarket di sisi barat itu, sebenarnya tidak diperuntukkan bagi penyeberang biasa. Lift itu hanya untuk penyandang

Lift iberoperasi saban hari, namun dibatasi jam. Di hari aktif, Senin-Jumat, operasional lift pukul 06.00-22.00. Sabtu-Minggu pukul 06.00-24.00.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help