Pencak Silat

758 Pesilat PSHT Surabaya Naik Tingkat

758 pesilat dari PSHT Surabaya, resmi naik tingkat, Minggu (10/12/2017) sore di Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).

758 Pesilat PSHT Surabaya Naik Tingkat
surabaya.tribunnews.com/dya ayu
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan melewati pesilat PSHT Surabaya yang telah dilantik naik tingkat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 758 pesilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Surabaya, resmi naik tingkat, Minggu (10/12/2017) sore di Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).

Acara yang diikuti lebih dari 1.000 pesilat PSHT dari Surabaya itu, mengukuhkan pesilat yang naik tingkat dari sabuk merah muda ke tingkat sabuk hijau.

Secara tahapan, pesilat akan menjalani tes kenaikan tingkat setiap setahun sekali. Sementara untuk tahapan sabuk, awalnya para pesilat mendapat sabuk hitam atau tingkat dasar, dilanjutkan sabuk warna merah muda, kemudian hijau dan putih.

Disampaikan Plt Ketua PSHT Surabaya, H Maksum Rosadin, untuk bisa naik tingkat, pesilat harus menjalani beberapa ujian, salah satunya jurus.

"Para pesilat dinyatakan lulus uji tingkat itu setelah menjalani tes materi, terdiri dari teknik senam dan enam jurus fisik, sementara yang paling penting, pesilat tersebut harus sudah berusia minimal 14 tahun," ujar H Maksum Rosadin, Minggu (10/12/2017) sore.

Jumlah ini terbilang berbeda jauh dari tahun sebelumnya, sebab pada kenaikan tingkat tahun 2016 lalu, pesilat yang dilantik dalam tingkat yang sama hanya sebanyak 457 pesilat di Surabaya.

Bertambahnya pesilat yang bergabung diperguruan PSHT Surabaya ini memperlihatkan jika banyak masyarakat yang ingin belajar silat, tidak hanya untuk menjaga diri, namun juga mencari keluarga baru.

"Selain karena jurusnya komplit, juga karena persaudaraannya yang saya cari," tutur salah satu pesilat yang dilantik.

Dalam pelantikan kenaikan tingkat tersebut, tak hanya dihadiri para petinggi PSHT Surabaya dan warga PSHT saja, namun juga dihadiri Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help