Surya/

Wabah Difteri

Tahun 2017, Enam Warga Bangkalan Madura Diduga Mengalami Difteri

Sepanjang tahun 2017 terdapat beberapa orang di Bangkalan Madura yang diduga mengalami difteri alias suspect difteri. Bagaimana nasib mereka?

Tahun 2017, Enam Warga Bangkalan Madura Diduga Mengalami Difteri
Grafis : didit
Gejala penyakit difteri dan cara pencegahannya. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sepanjang tahun 2017, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan mencatat sebanyak 6 warga dinyatakan suspect penyakit difteri. Angka tersebut menurun dibandingkan jumlah kasus difteri di tahun sebelumnya dengan 10 kasus difteri.

Penyakit yang disebabkan bakteri Corynebaeterium Diphtheriae itu kini menjadi perhatian Dinkes Provinsi Jatim. Pasalnya, dari 318 orang yang melakukan pemeriksaan, 294 dinyatakan positif secara klinis.

Kasi Surveillance Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bangkalan, Pramudya Widjaya mengungkapkan, enam warga suspect itu dinyatakan negatif difteri.

"Hasil laboratorium semuanya negatif. Bahkan sekarang sudah sembuh semua," ungkap pejabat yang akrab disapa Mamik itu, Kamis (7/12/2017).

Keenam warga itu berasal dari Desa Gigir Kecamatan Blega, Desa Patemon Kecamatan Tanah Merah, Desa Bunajih Kecamatan Labang, Desa Tengket Kecamatan Arosbaya, Desa Benangkah Kecamatan Burneh, dan Desa Dabung Kecamatan Burneh.

"Tiga kasus terjadi di Bulan April. Sementara sisanya di Januari, Februari, dan Oktober," jelasnya.

Ia mengatakan, jumlah kasus difteri lebih banyak terjadi di tahun 2016. Dari 10 kasus, 5 kasus di antaranya suspect difteri, 3 lainnya probable difteri, dan 2 lainnya confirmed lab atau positif difteri.

"Kendati demikian, tidak ada yang meninggal. Semua tertangani karena dilaporkan sejak dini," katanya.

Mamik mengimbau masyarakat untuk tidak alergi dengan imunisasi dasar lengkap pada bayi sejak usia 7 hari hingga usia 9 bulan. Ditambah imunisasi lanjutan saat bayi memasuki usia 18 bulan hingga 24 bulan.

"Satu-satunya cara mencegah penyakit difteri adalah imunisasi dasar lengkap pada bayi," pungkasnya.

Adapun imunisasi dasar lengkap meliputi Hepatitis B (HB) O usia 0-7 hari, BCG dan Polio 1 usia 1 bulan, DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 usia 2 bulan, DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3 usia 3 bulan, DPT-HB-Hib 3 dan Polio 4 usia 4 bulan, dan imunisasi campak pada usia 9 bulan. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help