Surya/

Berita Surabaya

Ratusan Preman di Surabaya Diamankan, Pengakuan Seorang di Antaranya Mengejutkan Polisi

Tim Anti Bandit Satresrim Polretabes Surabaya dan Polsek jajaran menggelar razia serentak terhadap aksi premanisme di Kota Pahlwan, Kamis (7/12/2017).

Ratusan Preman di Surabaya Diamankan, Pengakuan Seorang di Antaranya Mengejutkan Polisi
surya/Fatkhul alami
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela berbicang dengan preman yang terjaring razia di berbagai tempat, Kamis (7/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Anti Bandit Satresrim Polretabes Surabaya dan Polsek jajaran menggelar razia serentak terhadap aksi premanisme di Kota Pahlwan, Kamis (7/12/2017).

Sebanyak 153 preman ditangkap dari beberapa titik.

Razia  digelar  serempak itu, tim Anti Bandit Polretabes Surabaya dipimpin Kasat Reskrim AKBP Leonard Sinambela dan Wakasat Reskrim I Gede Dewa Juliana ini menyisir beberapa lokasi.

Mulai Jl Demak, Jl Dupak, Jl Semarang, Jl Kranggan, Jl Indrapura, Jl Rajawali, Jl Kapasan, Jl Kapasari, dan Jl Gembong. Hasilnya, tim Anti Bandit yang razia dengan mengendarai motor trail itu menjaring sebanyak 51 preman.

Sedangkan tim Anti Bandit Polsek se- Surabaya, menggeber razia di lokasi-lokasi wilayah hukumnya masing-masing.

Semua preman yang ditangkap, selanjutnya di bawa ke Mapolretabes Surabaya guna dilakukan proses penyidikan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, preman yang terjaring razia ini seperti tukang parkir liar, pak ogah yang biasa mengkal di putaran jalan, calo, tukang palak kepada pengguna jalan.

Para tukang palak atau Pak Ogah bisanya meminta uang lebih, seperti Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Tindakan itu cukup meresahkan masyarakat.

"Tindakan mereka itu sangat meresahkan masyarakat, makanya kami amankan dan dilakukan proses pemeriksaan dan pendataan," sebut Leonard, Kamis (7/12/2017).

Setelah diperiksa dan didata, kata Leonard, bagi pelaku preman yang terbukti melanggar hukum bakal diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak, mereka dilakukan pembinaan.

Leonard menegaskan, razia premanisme ini terus dilakukan secara intensif hingga Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Sehingga Kota Surabaya menjadi aman dan masyarakatnya tidak merasa resah.

"Kami akan terus patroli dan razia. Dengan kedatangan polisi, maka para preman atau penjahat mengurungkan niat atau tinakan," tegas Leonard.

Wahyudin, salah satu yang diamankan dalam razia itu mengaku terpaksa menjadi pak ogah di putar balik daerah Pasar Kapasan, lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia mengaku tidak memaksa kepada pengendara.

"Biasanya pengendara memberi Rp 1.000 atau lebih, tapi hari ini (Kamis, 7/12/2017) ditangkap polisi. Saya tidak tahu apa-apa," tutur Wahyudin.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help