Surya/

Berita Gresik

PT PG Salurkan Jutaan Ton Pupuk Bersubsidi Berpedoman 6 Prinsip ini

PT Petrokimia Gresik (PG) telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 4,48 juta ton hingga menjelang akhir tahun 2017.

PT PG Salurkan Jutaan Ton Pupuk Bersubsidi Berpedoman 6 Prinsip ini
surya/sugiyono
PUPUK SUBSIDI - Pengiriman pupuk bersubsidi di Pelabuhan Khusus Petrokimia Gresik, Kamis (7/12/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 4,48 juta ton hingga menjelang akhir tahun 2017. Pupuk bersubsidi sebanyak itu dijamin mencukupi masa tanam hingga akhir tahun.

PT PG menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi dari lini I hingga IV di gudang produsen, gudang penyangga, gudang distributor, hingga kios, stok pupuk bersubsidi mencapai 955,905 ton atau hampir 4 kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum yang ditetapkan Kementerian Pertanian, sebesar 367,497 ton.

Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono menyatakan bahwa dalam penyaluran pupuk bersubsidi, perusahaan berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya.

Perusahaan menyalurkan pupuk bersubsidi berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

“Kami memiliki 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP), 323 asisten SPDP, 305 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi yang tersebar di seluruh nusantara yang siap memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan Prinsip 6 Tepat,” ujar Yusuf, Kamis (7/12/2017).

Selama ini, PG juga mengalami kendala yang sering ditemui di lapangan, diantaranya menjelang akhir tahun, alokasi pupuk bersubsidi di daerah telah habis. Sehingga perusahaan bersama dinas pertanian setempat berusaha menyalurkan pupuk bersubsidi, baik antar tempat maupun waktu. Reloakasi ini ditindaklanjuti dengan terbitnya surat keputusan dari dinas provinsi atau kabupaten yang menjadi dasar bagi perusahaan.

Kendala lain yaitu kebutuhan pupuk lebih besar daripada alokasi pupuk bersubsidi yang sudah ditetapkan. Sehingga terdapat kebutuhan pupuk yang tidak terpenuhi. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan menyediakan pupuk nonsubsidi di kios-kios resmi.

Selain itu, masih terdapat petani yang belum tergabung dalam kelompok tani dan membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Padahal, berdasarkan aturan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani wajib tergabung dalam kelompok tani dan membuat RDKK.

“Untuk itu kami menghimbau kepada petani agar tergabung dalam kelompok tani dan mengajukan RDKK. Untuk teknisnya dapat menghubungi dinas pertanian setempat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pengawasan, petugas SPDP meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum. Masyarakat juga dapat turut serta mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi.

“Jika masyarakat menemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja laporkan ke pihak berwajib,” tegas Yusuf.

Sementara untuk pemgawasan, petugas SPDP meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum.

"Masyarakat juga dapat turut serta mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi. Jiika masyarakat menemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja laporkan ke pihak berwajib,” katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help