Surya/

Liga Indonesia

Jadwal Kompetisi Liga 1 2018, Presiden Madura United : Kejadian Musim Lalu Harus Dihindari

Beberapa komponen pelaksanaan, terutama jadwal laga dinilai perlu mengalami perbaikan dan evaluasi.

Jadwal Kompetisi Liga 1 2018, Presiden Madura United : Kejadian Musim Lalu Harus Dihindari
foto:bolasport.com
Kiper Madura United, Angga Saputra, menangkap bola saat tampil pada pertandingan Liga 1 melawan Borneo FC, Jumat (13/10/2017). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Pelaksanaan Liga 1 2017 lalu nampaknya dapat dijadikan pelajaran berharga untuk PSSI dan PT LIB.

Pasalnya, beberapa komponen pelaksanaan, terutama jadwal laga dinilai perlu mengalami perbaikan dan evaluasi.

Madura United menilai, evaluasi ini dirasa sangat perlu, apalagi melihat agenda pertandingan internasional musim 2018 yang padat.

Salah satunya Piala Dunia 2018 Rusia yang akan mulai berputar pada 14 Juni sampai 15 Juli mendatang.

Ada pula Asian Games di Indonesia 18 Agustus sampai dengan 2 September mendatang.

Dua rangkaian agenda ini dipastikan akan menggerus jadwal pertandingan Liga 1 musim depan.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, berharap agar proses penyusunan jadwal dan kepastian kompetisi bisa segera didapatkan klub-klub peserta Liga 1, agar pelaksanaan kompetisi mulai dan berakhir sesuai harapan.

"Kalender kompetisi di Indonesia berakhir bulan November. Agar kompetisi selesai sesuai kalender tersebut, harusnya kick off kompetisi juga lebih awal daripada musim lalu," kata Achsanul Qosasi, Kamis (7/12/2017).

Bagi AQ hal ini tak dapat dianggap remeh, sebab berkaca dari pelaksanaan kompetisi musim lalu, beberapa pertandingan harus menjalani pertandingan tunda karena penetapan jadwal yang bentrok dengan kalender nasional.

"Kejadian musim lalu harus dihindari. Madura United pernah mengalami pertandingan tunda karena pertandingan dijadwalkan pada 17 Agustus. Pas dengan hari Kemerdekaan RI. Akhirnya dilakukan perubahan dan perubahan tersebut menjadikan Madura United dalam 16 hari harus menjalani 5 pertandingan," jelasnya.

Tak berhenti disitu, pihaknya menilai, kompetisi sepakbola di Indonesia tidak dapat disamakan dengan kompetisi di negara-negara Eropa.

Utamanya, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan sebaran tim-tim peserta kompetisi dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, yang memerlukan jarak tempuh panjang dan melelahkan.

"Satu wilayah sangat bagus. Karena kompetisinya lebih berkualitas. Cuma, dalam penyusunan jadwal jangan sampai terdapat tim merasa dirugikan karena harus menjalani pertandingan away berturut-turut dan berbeda rute," tambahnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help