Surya/

Berita Gresik

Dirut PT Garam Divonis 10 Bulan, tetapi Achmad Boediono kini Tak Ditahan karena Statusnya  . . . . 

Terdakwa dinilai telah terbukti bersalah melanggar Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dirut PT Garam Divonis 10 Bulan, tetapi Achmad Boediono kini Tak Ditahan karena Statusnya  . . . . 
surya/sugiyono
GARAM – Terdakwa Achmad BoedionoDirut PT Garam nonaktif divonis hukuman selama 10 bulan akibat menggunakan kantong kemasan garam beryodium palsu. 

SURYA.co.id | GRESIK –  Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif  Achmad Boediono divonis 10 bulan. Terdakwa dinilai telah terbukti bersalah melanggar Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Putusan itu setelah majelis hakim Putu Mahendra mempertimbangkan keterangan saksi-saksi dan melihat barang bukti dalam persidangan.

Hal yang memberatkan perbuatanterdakwa dapat menghilangkan kepercayaan konsumen atau masyarakat terhadap penggunaan konsumsi garam.

Sedang yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa tidak mendapatkan keuntungan untuk pribadi, terdakwa sopan di persidangan.

Namun, hakim juga menilai bahwa perbuatan terdakwa yang memakai kemasan garam lokal, padahal garam tersebut merupakan garam impor dari Australia.

“Perbuatan terdakwa tidak dalam force majeure, sebab pengadaan garam sudah sejak 2016, sehingga tidak tepat kalau tanpa persiapan dalam pengadaan kemasan garam,” kata Putu Mahendra dalam persidangan, Kamis (7/12/2017).

 Atas berbagai pertimbangan tersebut, hakim akhirnya menjatuhi hukuman 10 bulan penjara terhadap terdakwa Achmad Boediono dan membayar biaya perkara Rp 5.000.

 “Terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-undang RI nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” kata Putu Mahendra.

Atas putusan tersebut, terdakwa telah menjalani hukuman hampir 5 bulan sejak ditanggap oleh Mabes Polri pada Juni 2017, mengambil upaya banding.

“Kita sangat menghormati putusan hakim. Kita tetap menggunakan hak kita dalam proses hukum yaitu banding,” kata Achmad Boediono dengan didampingi kuasa hukum Maha Awan Buwana.

Terdakwa Achmad Boediono tidak langsung ditahan, sebab masa tahanan sementara telah habis sehingga masih menunggu putusan bandingnya. 

Sedangkan tim jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Pada perkara ini jaksa mengajukan tuntutan dua tahun penjara. 

Berikut tayangan videonya:

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help