Surya/

Sambang Kampung Kejawan Putih Tambak

Warga Suka Penghijauan, tapi Terkendala Lahan untuk Kembangkan Hidroponik

Penghijauan di area pemukiman padat penduduk bisa memanfaatkan sistem hidroponik.

Warga Suka Penghijauan, tapi Terkendala Lahan untuk Kembangkan Hidroponik
surya/habibur rohman
HIDROPONIK- Selain mengelola bank sampah, warga Kejawan Putih Tambak RT 3/ RW 1 mengaplikasikan tanaman hidroponik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penghijauan di area pemukiman padat penduduk bisa memanfaatkan sistem hidroponik.

Hanya saja bagi warga Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo hal ini menjadi sesuatu yang cukup sulit.

Pengairan otomatis pada hidroponik membuat warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk listrik. Belum lagi lahan bersama yang terbatas jika mau dikelola bersama-sama.

Ratna Istiana (32), warga RT 3 RW 1 mengungkapkan masih kesulitan lahan untuk menanam hidroponik dan butuh listrik.

"Kalau cuma tanaman hias pakai tanah dengan pot botol bekas ditempel dinding masih bisa kami," ujarnya mewakili sejumlah ibu-ibu .

Terbatasnya lahan ini juga diakui M Sholeh, ketua RW 1. Dengan 660 KK dilingkungannya warga memiliki lahan terbatas untuk penghijauan.

Mereka hanya menanam tanaman hias dengan lahan terbatas. Tentunya jika hidroponik akan membutuhkan lahan yang lebih rapi.

"Ini lahannya terbatas memang kalau untuk kegiatan bersama. Jadi kami berusaha mengembangkan yang ada saja saat ini seperti pot hidroponik yang bisa dikelola warga seadanya,"ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help