Surya/

Berita Jawa Timur

Tersangka Korupsi Rp 5,3 Miliar Meninggal Dunia Saat Berstatus Tahanan Kejati Jatim. Apa Sebabnya?

Seorang tersangka korupsi Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) dari Pacitan senilai Rp 5,3 miliar meninggal saat ditahan Kejati Jatim. Ini sebabnya

Tersangka Korupsi Rp 5,3 Miliar Meninggal Dunia Saat Berstatus Tahanan Kejati Jatim. Apa Sebabnya?
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sutrisno, tersangka dalam dugaan kasus korupsi Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) di Kabupaten Pacitan senilai Rp 5,3 miliar, meninggal dunia saat menjalani penahanan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Selasa (5/12/2017).

Dia meninggal sekitar pukul 17.00 WIB di RSUD Dr Soetomo akibat penyakit jantung. 

Setelah dinyatakan meninggal, pria yang sudah menjalani masa penahanan hingga hari ke-27 tersebut, langsung dibawa pulang keluarganya ke Pacitan. 

Kepala Seksi (Kasi) Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung, menjelaskan, sejak 30 November, mendiang sudah dibantarkan dan dirawat di RSUD Dr Soetomo. 

"Kata dokter yang menangani, Sutrisno mengalami serangan jantung. Tapi sebelumnya sudah menderita penyakit paru-paru," ujar Richard Marpaung, Rabu (6/12).

Menurut Richard, begitu Sutrisno meninggal dunia pihak kejaksaan langsung menghubungi pihak keluarga. "Pihak keluarga bisa menerima," terangnya.

Atas meninggalnya Sutrisno, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim secara otomatis menghentikan penyidikan atau mengeluarkan SP3 atas tersangka Sutrisno.

"Untuk 15 tersangka, perkaranya tetap lanjut, karena yang meninggal dunia hanya satu orang," paparnya.

(Baca: Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Peternakan Sapi Senilai Rp 5,3 Miliar Kemungkinan Bertambah)

Seperti diketahui, penahanan Sutrisno dilakukan bersamaan dengan penahanan tersangka lain.

Rinciannya, delapan tersangka dari kelompok ternak Pacitan Agromilk I dan delapan tersangka dari Pacitan Agromilk II.

Tersangka dari Agromilk I yang ditahan, masing-masing adalah Effendi, ketua Kelompok Ternak Agromilk I ; Sekretaris Kelompok Ternak, Ari Wibowo ; bendahara Moch Asmuni, serta 5 anggota lainnya yaitu Kardoyo, Sutrisno, Ali Arifin, Susilo Sukardi, dan Willy Taufan. 

Sedangkan dari kelompok Agromilk II, nama-nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Ketua Suramto, Sekretaris Supriyadi, Bendahara Eko Budi Satriyo, dan Gatot Sunyoto, Basuki Rakhmat, (tidak ditahan) Endro Susmono, Sugiyanto, Setiadi, Suwarno dan Sartono. Dari nama-nama ini, Basuki Rakhmat dan Bendahara Eko Budi Satriyo tidak ikut ditahan. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help