Surya/

Reportase dari Tunisia

Singgah di Uqba ibn Nafi, Masjid Tertua Kedua di Afrika

di Kairouan, kota suci keempat inilah berdiri masjid Uqba in Nafi, masjid tertua kedua di Afrika yang keindahan arsitekturnya sungguh dahsyat!

Singgah di Uqba ibn Nafi, Masjid Tertua Kedua di Afrika
nanang syaiful rohman/citizen reporter
di depan pintu masuk masjid Uqba ibn Nafi di Kairouan, Tunisia 

Reportase Nanang Syaiful Rohman
Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang/saat ini mengajar BIPA di Tunisia program PPSDK, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

SAAT pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di Tunisia, saya berkesempatan mengunjungi peninggalan peradaban Islam di Tunisia dalam kelas ekskursi budaya Tunisia yang diinisiasi Universitas Sousse dan pengajar BIPA PPSDK.

Kelas ini sebagai sarana interaksi antara pemelajar dan pengajar dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Dalam kelas ekskursi budaya kali ini kami mengunjungi Kairouan, salah satu kota tertua dalam peradaban Islam di Afrika.

Dalam buku-buku sejarah peradaban Islam, Kairouan disebut sebagai kota suci keempat dalam peradaban Islam setelah Mekkah, Madinah, dan Yerusalem. Kairouan dianggap sebagai kota suci karena sangat strategis untuk menyebarkan agama Islam ke penjuru Afrika dan kemudian berlanjut di wilayah Eropa.

Di Kairouan inilah, kami mengunjungi salah satu peninggalan Islam yang menjadi warisan UNESCO, yakni masjid Uqba ibn Nafi. Masjid ini merupakan masjid tertua kedua setelah masjid Amr ibn Ash di Kairo Mesir.

Dalam sejarah penyebaran Islam, setelah Islam masuk di Mesir pada 639 M di bawah panglima perang Islam Amr ibn Ash. Tahun 647 M, Amr ibn Ash meminta Uqba ibn Nafi (keponakan dari saudara perempuannya) memimpin pasukan Islam menyebarkan Islam ke wilayah maghribi.

Tahun itu juga wilayah Sbeitla dikuasai pasukan Islam dari Bizantium dan tahun 670 M, Uqba ibn Nafi memilih membuka sebuah hutan sebagai pos militer Islam. Kawasan ini dipilih untuk menghindari serangan dari suku Berber.

Uqba ibn Nafi kemudian membangun masjid yang  diberi nama Uqba ibn Nafi sebagai pertanda Islam masuk di wilayah maghribi ini.

Masjid yang kerap disebut great Mosque of Kairouan ini memiliki luas 9000 meter persegi. Setelah pembangunannya, masjid mengalami beberapa kali renovasi.

Halaman
12
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help