Surya/

Berita Surabaya

Proyek Underpass Bundaran Setelit Mayjend Sungkono Mandek, REI Beralasan seperti ini

Proyek jalan underpass bundaran Satelit Jalan Mayjend Sungkono dipastikan tersendat.

Proyek Underpass Bundaran Setelit Mayjend Sungkono Mandek, REI Beralasan seperti ini
surya/fatimatuz zahro
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meninjau proyek underpass Mayjend Sungkono, Selasa (4/7/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Proyek jalan underpass bundaran Satelit Jalan Mayjend Sungkono dipastikan tersendat. Hal ini lantaran urunan dana dari pengembang untuk proyek itu kini terhenti.

Sebagaimana diketahui, proyek underpass tersebut didanai dari urunan pengembang di wilayah Surabaya Barat yang dikoordinasi oleh DPD REI Jawa Timur.

Meski Pemkot sudah sempat mengumpulkan pengembang untuk menagih komitmen urunan dengan difasilitasi oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang bulan lalu.

Namun, nyatanya tidak membuat pengembang tergerak untuk segera melakukan pembayaran tanggungan urunan.

Ketua DPR REI Jawa Timur Danny Wachid mengatakan, saat ini untuk progres fisik proyek overpass sudah selesai. Pengerjaan proyek sudah masuk ke progress pembangunan underpass.

"Sebagian underpas sudah diaspal, yang belum adalah akses keluar underpass, ini yang masih belum digarap karena masih harus menunggu terkumpulnya uang," kata Danny yang dikonfirmasi, Rabu (6/12/2017).

Danny menjelaskan, pasca pertemuan dengan Pemkot bulan lalu, pengembang meminta untuk membayar urunan berdasarkan progress proyek atau dicicil.

Dari nilai proyek yang senilai Rp 75 miliar, REI sesuai rencana awal berkomitmen menyumbang  Rp 44 miliar, namun saat ini baru terkumpul dana Rp 22 miliar.

Sedangkan sisanya Rp 22 miliar masih belum terkumpul lantaran masih ada kesalahan komunikasi antara pengembang dan Pemkot, dan membutuhkan penagihan komitmen ulang.

"Padahal saat ini PT PP sebagai pelaksana konstruksi sudah mengerjakan overpass dan sudah mengerjakan proyek sudah senilai Rp 25 miliar," ucap Danny.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help