Surya/

Citizen Reporter

Meretas Sandungan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia

ambisi besar bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia belum sepenuhnya mendapat dukungan penggunanya, terutama pengakayaan bahasa lokal ...

Meretas Sandungan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Muna Alfadlilah
Mahasiswa jurusan Sastra Inggris Mahasiswa Trunojoyo Madura

 

PROGRAM studi sastra inggris Univeritas Trunojoyo Madura mengadakan seminar nasional perdana bahasa, sastra, budaya dan pendidikan dengan tema meneropong bahasa lokal di era digital, Sabtu (25/11/2017).

Hadir Drs M Abdul Khak MHum, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan Iqbal Nurul Azhar SS MHum, pendiri dan presidium Ikatan Linguist Indonesia (ILMI) sekaligus penyusun kamus bahasa Madura.

M Abdul Khak mengingatkan pentingnya bahasa daerah dalam memperkaya bahasa Indonesia melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena cita-cita bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia agar segera terwujud.

“Jika bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia, maka kamus-kamus bahasa internasional rata-rata lema di atas 500.000, akan tetapi saat ini KBBI hanya mempunyai lema sekitar 108.000, tidak ada seperempatnya,” ujar Abdul Khak memaparkan kendala yang menghadang langkah bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia.

Prosedur dan langkah memasukan kata dalam KBBI ditampilkan Khak kepada peserta karena dengan memasukan kata dalam KBBI akan memperkaya sekaligus melestarikan kosa kata bahasa Indonesia.

Caranya cukup mudah, apalagi peserta tidak asing menggunakan teknologi di era digital ini. Di antaranya mulai dari halaman utama KBBI, halaman statistik, manajemen akun, daftar-daftar kata, dan tinggal memasukan kata per kata sekaligus penjabaran setiap kata.

“Seminar ini membuat saya lebih mengetahui secara mendalam tentang era digital dalam bahasa dan sastra," ujar  Sari Herleni, peserta yang mengaku datang dari Balai Bahasa Sumatera Selatan.

Alumnus Universitas Andalas jurusan Sastra Indonesia ini menambahkan, seminar kebahasaan ini sangat membantu dalam proses pekerjaannya dan ia siap menghadapi era digital melalui bahasa dan sastra yang menjadi konsentrasi penelitiannya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help