Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

Bank Jatim Kembali Lakukan Buy Back Saham di Semester I Tahun 2018

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Tbk) atau Bank Jatim menyiapkan langkah strategis untuk tahun 2018 dalam RUPSLB.

Bank Jatim Kembali Lakukan Buy Back Saham di Semester I Tahun 2018
surya/sugiharto
Dirut Bank Jatim, Soeroso (tengah) menjelaskan kinerja Bank Jatim hingga Oktober 2017 di Kantor Bank Jatim Basuki Rahmat, Rabu (6/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Tbk) atau Bank Jatim menyiapkan langkah strategis untuk tahun 2018 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Salah satunya persetujuan rencana pembelian kembali saham (buyback) dalam rangka pelaksanaan Long Teen Incentive (LTI) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 45/POJK.03/2015 tentang penerapan Tata Kelola dalam pemberian remunerasi bagi bank umum.

"Memang tahun 2017 lalu kami juga melakukan buy back atas laporan keuangan tahun 2016. Sekarang, laporan keuangan tahun 2017, buy back saham akan kami lakukan di tahun 2018, mulai Januari hingga Juni mendatang," jelas R Soeroso, Direktur Utama Bank Jatim, di kantor pusat Bank Jatim Surabaya, Rabu (6/12/2017).

Pemberian remunerasi bank umum diberikan dalam bentuk variabel berupa saham dengan harapan para direksi dan komisaris memiliki rasa memiliki yang lebih.

Karena dalam memilih langkah strategis bisnis, juga menghadapi resikonya. Nilai buy back tahun 2018 yang disiapkan senilai Rp 1,01 miliar. Lebih kecil dibanding buy back awal tahun 2017 yang mencapai 1,2 miliar. 

Agenda kedua, melakukan perubahan buku pedoman kerja direksi perseroan. Lalu ketiga, pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menyetujui perubahan peraturan dana pensiun untuk kesejahteraan pensiun dengan memperhatikan kondisi perekonomian, tingkat inflasi serta kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

Sementara itu, nilai saham bank Jatim dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang positif, hingga akhir periode Oktober 2017, harga saham sebesar Rp 695 per lembar saham.

Artinya, harga saham bankjatim naik 61,87 persen sejak IPO 2012 di harga Rp. 430 per lembar saham.

Dilihat dari kinerja keuangan periode Oktober 2017, tercatat kinerja mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), tercatat bankjatim membukukan Iaba bersih 1,13 triliun atau tumbuh 26,07 persen total kredit sebesar 31,10 triliun atau tumbuh 4,67 persen sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 48,01 triliun atau tumbuh sebesar 16,72 persen.

"Terkait kredit memang saat ini mengalami perlambatan. Baik secara nasional maupun regional. Namun periode yang sama tahun ini dibanding tahun lalu, masih tumbuh 4,67 persen dari Rp 29,708 miliar menjadi Rp 31,095 miliar," jelas Soeroso.

Rasio keuangan posisi Oktober 2017 lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,73 persen dari sebelumnya 6,72 persen, Return On Asset (ROA) 3,07 persen menjadi 3,58 persen, dan pihaknya berhasil membukukan etisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dari 71,07 persen menjadi 64,78 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help