Surya/

Berita Surabaya

Anggota Dewan Minta Pemkot Surabaya Wajibkan Kantor Pemerintahan Gunakan Produk UMKM

Wakil ketua DPRD Surabaya, Darmawan, mendorong Pemkot Surabaya agar mewajibkan seluruh kantor pemerintahan menggunakan produk hasil UMKM.

Anggota Dewan Minta Pemkot Surabaya Wajibkan Kantor Pemerintahan Gunakan Produk UMKM
surya/ahmad zaimul haq
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencoba batik saat peresmian kampung wisata Dolly, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil ketua DPRD Surabaya, Darmawan, mendorong Pemkot Surabaya agar mewajibkan seluruh kantor pemerintahan di Surabaya untuk menggunakan produk hasil UMKM

Hal ini menurutnya perlu dilakukan, untuk menumbuhkembangkan UMKM.

"Harus didorong demikian. Selama ini Pemkot Surabaya belum sepenuhnya mengapresiasi produk UMKM hadir di Kantor pemerintahan kota," ucap Darmawan yang akrab dipanggil Cak Aden.

"Setiap hari pasti ada rapat. Suguhannya harus produk olahan dan hasil UMKM. Saya jamin setiap hari ada puluhan kantor yang menggelar rapat," imbuhnya. 

Aden mencatat bahwa di Dolly ada 34 total UMKM. Namun dari puluhan pelaku ekonomi kerakyatan ini, tidak semua berdaya. Bahkan sebagian dari mereka kini mati.

Cak Aden mengatakan, dia mendapat laporan bahwa saat ini UMKM yang ada di Dolly tidak lebih dari 10 UMKM.

"Kemana sisanya? Setelah ditelusuri mereka tak lagi bisa menjalankan roda UMKM karena produk mereka terhenti di produksi. Produk-produknya tak terserap pasar," sambungnya. 

"UMKM di Dolly saaf ini tidak sampe 10 yang produktif," ucap Aden.

Dia melanjutkan, apabila 10 UMKM yang kini masih eksis tidak dilindungi, bukan tidak mungkin bakal menyusul mati. 

Hal itu, tentu saja tidak dikehendaki oleh siapapun. Apalagi secara kualitas, produk UMKM Dolly telah diakui pasar. Hanya saja, masalah klasik selalu menghantui pelaku ekonomi kerakyatan di Surabaya itu : Kesulitan modal dan pemasaran.

Katanya lagi, sebenarnya pemkot bisa mengupayakan para pelaku UMKM yang benar-benar berdaya dan aktif untuk dicarikan bantuan kredit lunak dan tanpa agunan.  

"Para pelaku UMKM pasti merekaa sudah memiliki mindset sebagai pebisnis. Mereka akan menjaga kualitas dan tak kenal lelah menghasilkan produk terbaik," lanjut politisi partai Gerindra itu. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help