Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa UK Petra Surabaya Gelar Wayang lewat OHP, Kesulitan ini Dialami Tiap-tiap Kelompok

Suasana gelap terlihat di studio Petra Little Theatre gedung B lantai 2 kampus UK Petra. Perlahan, panggung teater disinari cahaya.

Mahasiswa UK Petra Surabaya Gelar Wayang lewat OHP,  Kesulitan ini Dialami Tiap-tiap Kelompok
surya/habibur rohman
WAYANG OHP - Mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra menunjukkan wayang OHP (Overhead Projector) karya mereka di Petra Little Theatre UK Petra, Selasa (5/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Suasana gelap terlihat di  studio Petra Little Theatre gedung B lantai 2 kampus UK Petra. Perlahan, panggung teater disinari cahaya kemudian muncul bayangan orang pada cahaya yang berada di dinding panggung.

Bayangan-bayangan tersebut mulai bergerak seiring dengan narasi yang terdengar dalam bahasa Inggris. Secara perlahan, gambar-gambar itu berubah dari latar hingga karakter yang bergerak layaknya wayang.

Wayang-wayang tersebut sengaja dibuat dari mika oleh mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra angkatan 2015, mereka menampilkan Overhead Projectplay, suatu pertunjukan wayang modern mengenai cerita rakyat Indonesia menggunakan overhead projector (OHP).

Michella Fellicia yang memainkan Legenda Danau Toba mengungkapkan jika dirinya bersama kedua rekannya mengerjakan project tersebut selama sebulan pengerjaan.

Selain beradaptasi dengan OHP yang baru mereka buat, ia juga berusaha membuat animasi sesuai  adegan dalam cerita.

“Yang paling sulit timing pas main dan memindahkan slide. Harus sesuai dengan musik rekaman yang telah dibuat,” kata Michelle Fellicia.

Sedang Jessica Azalea, seorang mahasiswi dari yang mengambil cerita Legenda Batu Menangis mengungkapkan ingin mewujudkan animasi memakai OHP.

Karena dengan bentuk bayangan yang bergerak akan lebih menarik. Selain itu, ia juga menggunakan mika berwarna untuk menampilkan efek latar belakang yang lebih hidup.

“Tugas kali ini sangat menantang. Sulit sebab menuntut daya kreativitas kami semua. Yang paling sulit itu saat memastikan bayangannya pas saat ditampilkan di layar OHP.  Setiap hari selama dua minggu lamanya kelompok kami konsentrasi menyiapkan puppet ini,” urainya.

Ia mengungkapkan proses pembuatan dan persiapan wayang ini cukup lama. Setelah project akhir diumumkan, mereka segera mencari ide dari berbagai sumber. Pilihan mereka jatuh pada cerita rakyat yang masih jarang didengar.  Ada tahapan yang harus menulis naskah, membuat storyboard,hingga merancang slide yang dibutuhkan hingga berlatih.

"Kami juga lihat video di you tube dan melihat dari internet untuk pemilihan animasi,"ujarnya.

Dalam pementasan ini, mahasiswa memilih sendiri cerita rakyat yang akan ditampilkan dan mengerjakan segala persiapan.

Mereka dibagi menjadi empat kelompok, dan akan memainkan empat cerita rakyat Indonesia. Yaitu Legenda Batu Menangis, Legenda Danau Toba, Roro Jonggrang, dan Keong Mas.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help