Surya/

Berita Bangkalan Madura

Inilah Kalimat Terakhir Sopir Taksi Online Kepada Pelaku Sebelum Tewas Dibunuh di Bangkalan

Sebelum meregang nyawa, Ali Gufron, sopir taksi online yang tewas dibunuh kawanan rampok di Bangkalan mengucapkan kalimat terakhir. Ini katanya...

Inilah Kalimat Terakhir Sopir Taksi Online Kepada Pelaku Sebelum Tewas Dibunuh di Bangkalan
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Eksekutor sekaligus otak pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan, Zainal Arifin menunjukkan caranya menghabisi nyawa driver mobil taksi online, Ali Gufron dalam pra-rekonstruksi di Jalan Kampung Kalkal, Desa Pamolangan, Kecamatan Burneh, Selasa (5/12/2017) 

(Baca: Terungkap! Ini Peran Perempuan yang Terlibat Pembunuhan Driver Go-Car di Bangkalan)

Febry pun lantas disuruh Zainal mengangkat tubuh korban. Tanpa pikir panjang, ia mengangkat bagian kepala. Namun hal itu urung dilakukan. Kendati bertato, ternyata ia takut melihat darah.

"Ngeri dan tubuh saya merinding Mas. Saya takut melihat darah. Tangan ini penuh darah dan saya bersihkan ke baju sopir. Lalu saya kembali masuk mobil," ungkapnya kepada Surya.

Melihat rekannya masuk mobil, Zainal seorang diri menggelundungkan tubuh Ali ke pinggir ladang kosong. Kesadisan Zainal berlanjut. Ia masih menebas leher bagian depan korban sebelum ia kabur mengemudikan mobil.

Ketiga pelaku itu langsung menuju rumah tersangka lainnya, Rusdianto alias Kak Uuk (35), warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Pisau yang masih berlumuran darah diletakkan di jok depan sisi kiri.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha mengungkapkan, di rumah tersangka Rusdianto itulah semua rencana kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan ini berawal.

"Sebelum menuju lokasi eksekusi, korban sempat mampir di Langkap (rumah Rusdianto). Karena ordernya dari Kenjeran ke Langkap," ungkap Anis didampingi Kasatreskrim AKP Anton Widodo di lokasi pra-rekontruksi.

(Baca: Seorang Perempuan Terlibat Perampokan dan Pembunuhan Driver Taksi Online di Bangkalan)

Gelar pra-rekontruksi yang berlokasi di area persawahan itu menjadi tontonan warga. Kendati demikian, anggota Polsek Burneh membatasi warga dengan melihat dari jarak sekitar 300 meter dari lokasi.

Sebelumnya, Sabtu (25/11/2017), rumah Rusdianto juga menjadi tempat berkumpulnya empat pelaku itu. Lantas, sekitar pukul 15.00, tersangka Zainal berangkat seorang diri ke Surabaya mencari sasaran, mobil taksi online.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help