Surya/

Berita Tulungagung

Gawat, Tiga Motor Siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Dicuri di Parkiran Sekolah

Tiga motor milik pelajar SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, raib dicuri dari tempat parkir sekolah, Selasa (5/12/2017). Siapa pelakunya?

Gawat, Tiga Motor Siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Dicuri di Parkiran Sekolah
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Area parkir SMKN 2 Boyolangu, Tulungagung, yang disatroni pencuri, Selasa (5/12/2017). Dalam pencurian ini, tiga motor milik siswa raib. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Tiga motor milik siswa SMKN 2 Boyolangu dicuri dari area parkir sekolah, Senin (4/12/2017) siang. Sementara dua motor lainnya sudah dalam keadaan rusak rumah kuncinya.

Pencurian ini diketahui sekitar pukul 11.30 WIB, saat para pelajar mulai pulang. Namun menurut Kapolsek Boyolangu, AKP Pudji Widodo pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi juga sudah mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan para siswa.

“Benar ada tiga motor yang dibawa kabur pelaku. Saat ini masih kami dalami,” terang Widodo, Selasa (5/12/2017).

Widodo menuturkan, kejadian diketahui saat salah satu siswa, Vitri Nurhasana (17) warga Desa Bangoan, kecamatan Kedungwaru hendak pulang. Namun pelajar kelas 10 ini tidak mendapati motornya. Vitri kemudian lapor ke pihak sekolah.

Setelah diperiksa, ternyata ada dua motor lain yang juga hilang. Sementara dua lainnya sudah kondisi rusak rumah kuncinya, namun belum sempat dibawa pelaku. Semua motor yang dicuri jenis matic.

“Tiga korban yang kehilangan motor sudah membuat laporan kepada kami. Dua motor yang hilang harganya masing-masing sekitar Rp 20 juta, yang satu sekitar Rp 17 juta,” tambah Widodo.

Polisi kesulitan melacak pelaku, karena tidak ada kamera CCTV di area parkir sekolah ini. Sudah ada 12 saksi yang dimintai keterangan, mulai dari pihak sekolah, para siswa hingga tukang bangunan yang bekerja di sekolah ini. Namun belum ada satu pun yang mengarah ke ciri-ciri pelaku.

“Kami terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan. Kami berupaya untuk mengungkap pelakunya,” tegas Puji.

Sementara informasi dari kalangan siswa, sekolah ini memang terlalu longgar menerima orang asing. Bahkan para tamu dibiarkan parkir di area parkir siswa. Selain itu pengawasan juga kurang ketat.

“Kalau menurut saya seharusnya parkir tamu dipisahkan. Sehingga kalau ada orang asing di area parkir mudah diketahui,” ucap seorang siswi.

Siswa lainnya mengungkapkan, lebih memilih menitipkan motor ke penitipan di luar area sekolah. Meski harus bayar, namun mereka bertanggung jawab menjaga motor sepanjang belum diambil. Berbeda di area parkir sekolah yang terlalu longgar dimasuki orang asing. 

(Baca: Pasangan Pelajar Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Tulungagung Diciduk Polisi)

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help