Berita Surabaya

Cerita Rakyat Ini Ditampilkan dalam Bentuk Unik, Pakai Wayang OHP, Seperti Apa Sih?

Pertunjukan wayang modern mengenai cerita rakyat Indonesia ini menggunakan overhead projector (OHP).

Cerita Rakyat Ini Ditampilkan dalam Bentuk Unik, Pakai Wayang OHP, Seperti Apa Sih?
surya/sulvi sofiana
Penampilan wayang cerita rakyat Indonesia menggunakan overhead projector (OHP) oleh mahasiswa UK Petra di Studio Petra Little Theatre, Gedung B lantai 2 kampus UK Petra, Selasa (5/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengenalkan cerita rakyat bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya dengan menampilkan cerita rakyat dalam bentuk wayang.

Hal unik dilakukan mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra angkatan 2015.

Mereka menampilkan Overhead Projectplay, suatu pertunjukan wayang modern mengenai cerita rakyat Indonesia menggunakan overhead projector (OHP).

Stefanny Irawan, dosen Theatrical Desain mengungkapkan 13 mahasiswa yang membuat cerita rakyat dalam tampilan OHP ini mengangkat kembali teknologi lama.

Meskipun OHP memiliki keterbatasan, tapi bukan berarti dia usang dan percuma.

Justru keterbatasan tersebut bisa memunculkan kreativitas para penggunanya untuk menciptakan sesuatu yang memukau bahkan untuk ukuran zaman sekarang.

“Ini merupakan project Ujian Akhir Semester (UAS) kelas mata kuliah dan adalah salah satu bentuk pembelajaran yang baru dan aplikatif. Mahasiswa diminta untuk menguasai tidak hanya desain bentuk. Namun juga prinsip tata cahaya yang pas, serta teknik menampilkan efek yang mereka mau sesuai dengan ceritanya. Semuanya harus selaras dan memiliki kesatuan artistik,” ungkapnya sebelum pementasan wayang di Studio Petra Little Theatre, Gedung B lantai 2 kampus UK Petra, Selasa (5/12/2017).

Ia menjelaskan dalam pementasan ini, mahasiswa memilih sendiri cerita rakyat yang akan ditampilkan dan mengerjakan segala persiapan yang dibutuhkan.

Mereka dibagi menjadi empat kelompok, dan akan memainkan empat cerita rakyat Indonesia.

Yaitu Legenda Batu Menangis, Legenda Danau Toba, Roro Jonggrang dan Keong Mas.

"Narasinya tetap menggunakan bahasa Inggris, penampilan wayang modern ini disajikan sangat apik. Masing-masing kelompok akan menyajikan tampilan berdurasi 10 menit yang mendetail meski hanya dengan menggunakan bahan sederhana seperti plastik mika dan kertas," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help