Single Focus

Bebaskan Banjir, Pemkot bakal Tertibkan Bangunan Liar di Dua Sungai, tetapi ini Kendalanya

Masalah bangunan liar (bangli) di saluran dan jalannya air menjadi salah satu penyebab banjir di Surabaya.

Bebaskan Banjir, Pemkot bakal Tertibkan Bangunan Liar di Dua Sungai, tetapi ini Kendalanya
surya/Fatimatuz Zahro
Kondisi sungai Branjangan (Tambak Langon) semakin sempit akibat rumah warga menjorok ke badan sungai, Jumat (1/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masalah bangunan liar (bangli) di saluran dan jalannya air menjadi salah satu penyebab banjir di Surabaya. Pemkot Surabaya sepanjang tahun ini berupaya menertibkan bangli di bantaran sungai.

Dua sungai yang kini gencar ditertibkan, Sungai Kalianak dan Sungai Tambak Langon.

Pasalnya, jalur air di sungai itu yang mulanya memiliki lebar 30 meter, saat ini sudah menyempit lantaran dihuni bangli dan hanya menyisakan empat meter saja untuk jalannya air.

Hal itu Pemkot melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) harus menormaliasi sungai dan menertibkan sejumlah bangli di sana.

Kepala Dinas PUBMP, Erna Purnawati mengatakan, pihaknya sekarang mengeruk dua sungai itu. Di Sungai Kalianak misalnya, sudah dikeruk dan proses untuk pemindahan warga yang menghuni bangli.

Begitu juga untuk Sungai Tambak Langon, sekarang ada pendataan untuk warga yang ada di bantaran sungai. Total 90 persil bangli yang harus direlokasi.

"Tetapi belum ada yang mau untuk relokasi ke rusun. Ya susah, tapi perlahan-lahan dilakukan, karena itu kan badan sungai," ujar Erna, Senin (4/12/2017).

Menurutnya, kondisi sungai di Surabaya Barat itu sudah sangat mengenaskan dan harus segera dinormaliasi. Ia mengakui, bergesekan dengan warga di lapangan itu tidak mudah.

"Ya terus dikerjakan. Keruk sedikit demi sedikit. Karena kebanyakan warga sudah tinggal di sana bertahun-tahun, tapi kan bahaya kalau ada banjir, mereka juga yang akan kena," imbuh Erna.

Sementara, untuk bantaran Sungai Kalianak ada 100 KK yang bakal terkena imbas penertiban bantaran sungai. Jika tak kunjung ditertibkan dikhawatirkan akan menghambat penyelesaian banjir di kawasan itu.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved