Surya/

Pemilukada 2018

Bawaslu Ajak Masyarkat Berantas Politik Uang dengan Cara begini

Komisioner Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, menyebut perlu adanya kerjasama antara penyelenggara pemilu, para kandidat, dan masyarakat.

Bawaslu Ajak Masyarkat Berantas Politik Uang dengan Cara begini
surya/bobby constantine koloway
Anggota Bawaslu RI, Provinsi Jatim, dan Kabupaten/Kota, berfoto bersama di sela acara Sosialisasi Tatap Muka Antara Bawaslu RI, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Jelang Pilkada 2018 di kantor Bawaslu Jatim, Selasa (5/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) RI menilai penyelenggara pemilu tak bisa bergerak sendiri dalam menyelesaikan masalah politik uang di tiap penyelenggaraan pilkada.

Komisioner Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, menyebut perlu adanya kerjasama antara penyelenggara pemilu, para kandidat, dan masyarakat untuk meminimalisasi masalah tersebut.

Ratna menyampaikan hal itu di sela acara Sosialisasi Tatap Muka Antara Bawaslu RI, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Jelang Pilkada 2018 di kantor Bawaslu Jatim pada Selasa (5/12/2017).

Menurut Ratna tak bisa dipungkiri bahwa untuk menyadarkan pemilih soal efek negatif politik uang bukanlah hal mudah.

Sebagian besar masyarakat masih menganggap wajar adanya politik uang.

"Pemilih kita terdiri dari pemilih cerdas, tradisional dan pragmatis. Kalau yang pragmatis paling gampang digoda dengan uang," ujarnya. 

Apalagi, praktek money politics sejauh ini sangat sulit untuk dibuktikan.

Sehingga, aparat kepolisian maupun Bawaslu pun sulit memproses pelakunya sesuai dengan perturan yang ada di KPU.

"Ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, di antaranya siapa yang menerima, dan siapa yang memberi. Hingga, si penyedia dananya. Itu tak mudah untuk membuktikannya," katanya.

Padahal, efek buruk politik uang sangat besar, di antaranya dapat menurunkan kualitas pemilu.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help