Surya/

Citizen Reporter

4 Langkah Mudah Menulis Cerita ala Mashdar Zainal

buntu ide? kondisi yang juga pernah dialami penulis kakap ini bisa diatasi dengan 4 cara ala novelis Mashdar Zainal ... simak

4 Langkah Mudah Menulis Cerita ala Mashdar Zainal
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase SUCI ARISTANTI
Mahasiswa Pascasarjana UIN Maliki Malang/Santri PP Daarul Falah Batu

 

KOMUNITAS Pena (Koma) Malang mengadakan medayo sastra ke kediaman cerpenis Mashdar Zainal, Sabtu (2/12) di Batu. 20 Anggota Koma mengikuti medayo sastra kedua lewat tema menjelajah literasi penuh inspirasi, berdialog santai seputar penulisan cerpen.

Mashdar Zainal pun berbagi trik penulisan cerpen. Menurutnya, cara terbaik menulis cerpen adalah membaca banyak cerpen, cara terbaik menulis novel adalah membaca banyak novel, cara terbaik menulis puisi adalah membaca banyak puisi, ujar penulis novel Zalzalah itu.

Mashdar menambahkan beberapa alternatif rencana yang dapat membuat gairah menulis muncul lagi. Utamanya, ketika penulis mengalami fase bosan untuk menulis atau ide tidak muncul. Berikut tip yang dapat dilakukan.

Pertama, menonton film yang ada unsur sastra, pesan moral ataupun alur kisah yang menarik. Kalau menonton film dirasa sudah cukup, lanjutkan dengan menuliskan ide yang muncul.

Kedua, pergi ke toko buku, penulis dapat memperoleh ide dengan cara membaca sinopsis beberapa buku, melihat buku baru yang diterbitkan, dan lain-lain.

Ketiga, membaca buku-buku yang diyakini dapat menginspirasi ulang. Hal ini tidak diharuskan buku baru, atau dapat membaca buku-buku yang sudah dipahami sebelumnya.

Keempat, mendengarkan musik yang sekiranya dapat menginspirasi untuk menulis.

Mashdar menjelaskan, dalam menulis cerpen atau novel, penulis membutuhkan rasa dan ide. Kedua-duanya penting dalam menuliskan sebuah karya.

Ketika penulis berhenti pada titik cerita, untuk melanjutkannya, bacalah ulang dengan melibatkan rasa, sehingga lebih mendalami cerita yang akan dituliskan. Ketika muncul ide baru yang lebih baik, gunakan ide itu sebagai alur kisah baru.

Setiap penulis dapat dipastikan pernah menuliskan yang ia alami dan rasakan. Misal, kenapa Habiburrohman el-shirazy menulis tentang Mesir, karena ia pernah tinggal di Mesir. Jadi ia bisa menggambarkan bagaimana kondisi Mesir.

Oleh karena itu. sangat dianjurkan bagi penulis pemula agar punya buku khusus yang digunakan untuk menuliskan apa saja yang dirasakan. Baik berupa puisi, cerpen atau sekadar curhatan dan coret-coretan.

M Fauzi, Ketua Koma Malang, berharap agar anggota Koma bisa istiqomah untuk terus menulis dan rutin mengadakan diskusi kajian tentang kepenulisan sehingga karya-karya yang dituliskan dapat menginspirasi pembaca.

Sesuai dengan motto Koma, khairunnas anfa’uhum linnas dan qulil haq walau kaana murron.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help