Surya/

Citizen Reporter

Siswa Sekolah Luar Biasa di Malang ini Mendaurulang Limbah menjadi Busana Ramah Alam

mereka memang berbeda karena tak sanggup mendengar, namun soal berkarya mereka bisa di atas rata-rata .. ini buktinya ..

Siswa Sekolah Luar Biasa di Malang ini Mendaurulang Limbah menjadi Busana Ramah Alam
uswatun khazanah/citizen reporter
Busana limbah karya siswa SLB BC Dharma Wanita 01 Pakisaji Malang 

Reportase Uswatun Khasanah
Guru SLB BC Dharma Wanita 01 Pakisaji

 

GUNA mengajarkan betapa bahayanya sampah jika tidak ditangani dengan baik, sebagai peringatan Dies Natalis ke-8 Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang (PLB UM) sekaligus peringatan hari disabilitas internasional, dirayakan dengan lomba fashion show dari bahan-bahan daur ulang limbah.

Momen ini dimanfaatkan para siswa Tunarungu dari SLB BC Dharma Wanita 01 Pakisaji, Malang. Mereka dibimbing Guntur untuk membuat mahakarya dari bahan hampir 100 persen sampah.

Selama kurang lebih satu bulan siswa diajak  merancang gaun fashion bertema keindahan flora dan fauna Indonesia.

Dimulai dari mahkota yang dirancang dari tusuk sempol bekas dengan hiasan bunga dari tali rafia bekas serta bunga pinus kering yang menggambarkan betapa alam Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, kaya beraneka ragam flora.

Begitu pula dengan kemben atasan yang dirancang dari rangkaian tali rafia bekas berwarna warni menggambarkan betapa indah kebudayaan Indonesia dengan warna warni flora dan fauna di dalamnya.

Tak tertinggal adalah kemewahan rok yang dirancang menggunakan karung goni bekas. Yang kemudian dihias dengan lukisan bermotif merak yang  menjadi salah satu fauna Nusantara.

Sebagai kelap kelip kemewahan yang membuat gaun menjadi pusat perhatian adalah susunan keping compact disc bekas yang ditata sedemikian rupa hingga menyerupai sisik ikan yang unik dan memantulkan pendar berkilauan.

Bagaimanapun sampah adalah masalah bersama, masalah kita semua. Bukan semata kewajiban pejabat atau pemerintah. Menjaga kebersihan haruslah tertanam pada setiap diri individu guna menjaga kelestarian alam dunia. Tidak hanya manusia tetapi juga semua makhluk penghuni bumi.

Dengan melibatkan setiap siswa ke dalam projek lomba ini, mereka pun memiliki kewajiban yang sama melestarikan alam.

Lomba peragaan busana ini sekaligus menjadi sarana mereka memahami dan menyikapi sampah dengan cara bijak. Dan, terbukti para siswa tunarungu ini mampu merancang mahakarya luar biasa dengan dukungan dan keuletan guru pembimbing. Tentu, dengan semangat belajar siswa serta dukungan orangtua.

Selamat ulang tahun ke-8 almamater tercinta PLB UM dan selamat hari disabilitas internasional untuk semua anak-anak disabilitas di seluruh dunia.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help