Surya/

Berita Banyuwangi

Senator DPD RI Blusukan Tinjau Smart Kampung Banyuwangi

Senator DPD RI memuji pelaksananaan program Smart Kampung yang digelar di desa-desa di Banyuwangi. Begini kata mereka...

Senator DPD RI Blusukan Tinjau Smart Kampung Banyuwangi
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Para anggota DPD RI saat meninjau Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Banyuwangi, Senin (4/12/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mengunjungi Banyuwangi, Senin (4/12/2017).

Mereka ingin melihat pelaksanaan pembangunan desa, khususnya terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang pelayanan publik di tingkat desa.‎

Rombongan Komite I DPD RI ini dipimpin Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Benny Rhamdan.

Benny menilai, perkembangan pemerintahan desa di Banyuwangi sudah berjalan dengan baik. Apalagi berbagai program yang diinisiasi pemkab bisa sinergis dengan desa.

"Menurut saya, upaya pembangunan desa di Banyuwangi ini sudah berjalan baik. Bisa saya kasih nilai A plus," puji Benny saat di Banyuwangi.

Selama di Banyuwangi, empat anggota DPD RI ini mengunjungi sejumlah lokasi pelayanan publik. Yakni mal pelayanan publik yang merupakan pusat pelayanan publik yang mengintegrasikan 142 jenis pelayanan dari berbagai sektor, Desa Ketapang yang data kependudukannya telah terintegrasi dalam sebuah sistem, dan Desa Tamansari - desa percontohan smart kampung.

"Perkembangan desa di Banyuwangi yang dilengkapi dengan TIK ini merupakan modal penting dalam pengembangan desa. Ada banyak hal yang bisa kami pelajari dari Banyuwangi," ungkap Muhammad Mawardi, senator lainnya yang turut dalam rombongan.

(Baca: Bupati Banyuwangi Presentasi Smart Kampung di Hadapan Wali Kota se-Malaysia)

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko menerangkan, pihaknya menyadari betul bahwa desa harus menjadi garda terdepan pelayanan publik.

"Banyuwangi telah memiliki Smart Kampung, program pengembangan desa dari berbagai sektor dengan menggunakan teknologi informasi (TI). Ini bagian dari uupaya pemerintah, untuk bisa mengarahkan Dana Desa sesuai dengan semangat yang melatarbelakangi dari adanya UU Desa," ujarnya.

“Kami siapkan pula instrumen sistemnya berupa e-village budgeting dan e-monitoring system agar pelaksanaan inovasi di desa bisa akuntabel, sehingga para aparatur desa juga nyaman bekerja karena pertanggungjawabannya sesuai di sistem tersebut,” imbuh Yusuf.

Smart Kampung Banyuwangi sendiri mensnyaratkan adanya tujuh kriteria, yaitu pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan seni budaya, peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, dan melek informasi hukum. Semua kriteria itu dibantu oleh pemanfaatan TIK, di mana saat ini sudah ada 133 desa yang teraliri fiber optic.

Selain mengunjungi lokasi di atas, para senator ini juga menggelar rapat kerja dengan sejumlah kepala desa guna mendapatkan masukan terkait pelaksanaan UU Desa di daerah. 

(Baca: Jadi Perhatian Nasional, Bupati Anas Kian Genjot Smart Kampung)

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help