Surya/

Road to Election

Gus Ipul : Jadi Pejabat Jangan Sok dan Kebanyakan Gaya!

Maka, kalau terpilih, kerja ya keras, gunakan semua yang dimiliki, sumber daya pemerintah, lakukan sinergi

Gus Ipul : Jadi Pejabat Jangan Sok dan Kebanyakan Gaya!
surya/bobby
Bacagub Jatim, Saifullah Yusuf (empat dari kiri) berfoto bersama di sela Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IV Dewan Pimpinan Wilayah PartaiPersatuan Pembanguan (PPP) Jawa Timur, Minggu (3/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Bakal calon Gubernur (bacagub) Jatim, Saifullah Yusuf, menyebut bahwa memimpin provinsi sebesar jawa Timur, tak bisa dilakukan hanya seorang diri.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, butuh kerjasama antar lini untuk mewujudkan cita-cita pembangunan.

”Kita membutuhkan pemikiran dengan hati untuk bersama membangun Jawa Timur yang berkelanjutan sehingga menjadi provinsi nomor satu di Indonesia,” ujar Gus Ipul pada Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IV Dewan Pimpinan Wilayah PartaiPersatuan Pembanguan (PPP) Jawa Timur, Minggu (3/12/2017).

Ia mencontohkan adanya pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang menyebabkan terbatasnya kewenangan pemerintahan.

Yang mana, menurut Gus Ipul juga mempengaruhi sektor pendanaan.

”Sebab, bisa dipastikan uang pemerintah jauh lebih sedikit dari yang dibutukan. Apalagi, sekarang kewenangan sudah dibagi-bagi. Kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar pria yang kini masih menjabat Wakil Gubernur Jatim ini.

Bahkan, meskipun sama-sama pemerintahan provinsi, ada provinsi yang memiliki kewenangan berbeda.

”Bandingkan sama DKI Jakarta saja sudah beda. Di DKI Jakarta, mulai dari lurah, kecamatan, dan seterusnya, hingga Walikota diangkat oleh Gubernur,” jelas Gus Ipul.

Oleh karena keterbatasan itulah, Gus Ipul menyebut pentingnya kebersamaan dalam membangun Jawa Timur.

”Maka, kalau terpilih, kerja ya keras, gunakan semua yang dimiliki, sumber daya pemerintah, lakukan sinergi, karena pada dasarnya tidak ada satupun yang bisa menyelesaikan masalah sendirian di Indonesia ini,” jelas pria yang sudah dua periode mendapingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ini.

Tak cukup di situ, pemerintah juga wajib meminta pertolongan kepada Tuhan dalam membuat kebijakan yang menyangkut hajat orang banyak.

”Itu pesan ulama dari kiai kepada saya. Kalau nanti sudah melakukan sesuatu, jangan lupa sebagai pejabat yang diberi amanat oleh rakyat, berusaha mendatangkan pertolongan Allah,” ujar Ketua PBNU ini.

Oleh karena banyaknya keterbatasan itulah, Gus Ipul menyebut bahwa seorang pejabat seharusnya tidak “sok” dalam menjalankan jabatannya.

”Apa yang dimaksud persama hati dan pikiran? Pesannya itu hampir sama. Kalau jadi pejabat, yang haq. Jangan berlebihan, jangan kakehan gaya. Ojo kakehan gaya. Ini pesan dari ulama dan kiai,” sindir Gus Ipul.

“Maka dari itu, karena harus bersama-sama dan kalau terpilih jangan banyak gaya. Jangan sok pinter. Apalagi nyalahkan orang lain,” tandas Gus Ipul.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help