Surya/
Home »

Bisnis

» Mikro

Berita Ekonomi Bisnis

Pengembangan Produk UKM Handmade Bisa Ciptakan Industri Bahan Bakunya

Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, menyebutkan pasar ekspor produk UMKM terus diminati.

Pengembangan Produk UKM Handmade Bisa Ciptakan Industri Bahan Bakunya
surya/sri handi lestari
Menteri Koperasi dan UMKM, AAGN Puspayoga (kedua dari kanan) saat mengunjungi stand pameran IBT Expo di Hotel Garden Palace Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, menyebutkan kini pasar ekspor produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus diminati.

Namun pihaknya tetap meminta kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar tanpa beralih ke industri.

"Karena pasar ekspor untuk UMKM adalah produk handmade atau kerajinan tangan. Tidak bisa digantikan oleh mesin industri," kata Puspayoga, saat hadir di Indonesia Bagian Timur (IBT) Expo di Hotel Garden Palace, Surabaya, Minggu (3/12/2017).

Menurut Puspayoga, yang masuk industri lebih baik adalah bahan bakunya. Misalnya benang, kain polos untuk batik, dan sejenisnya.

Sedang pengerjaan, masih mencari yang handmade atau buatan tangan. Saat ini, produk UMKM yang diminati pasar ekspor adalah fashion, alas kaki, dan makanan serta minuman.

Selain potensi membuka peluang industri untuk bahan baku produk UMKM handmade, promosi yang masif juga sangat diperlukan.

"Termasuk melalui pameran keluar daerah, seperti saat ini, UMKM di daerah Indonesia Timur yang dipamerkan di Surabaya, pasti bisa menjerat pembeli dari sini," kata Puspayoga.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM, telah memiliki wadah untuk membawa para pelaku UMKM pameran hingga keluar negeri.

Ada agenda rutin yang sudah disiapkan, diantaranya ke Filipina dan lainnya.

Terkait IBT Expo yang digelar Hotel Garden Palace Surabaya dengan melibatkan UMKM di wilayah Indonesia Timur, mendapat apresiasi yang besar bagi Puspayoga.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help