Berita Magetan

Sopir Bus Sugeng Rahayu Diancam 12 Tahun Penjara

Sopir bus Sugeng Rahayu diancam hukuman 12 tahun penjara, sementara sopir bus Mira masih dalam penyidikan

Sopir Bus Sugeng Rahayu Diancam 12 Tahun Penjara
Surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Sopir bus Sugeng Rahayu ditangkap polisi saat hendak kabur setelah menabrak kernet bus Mira hingga tewas di Magetan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Sopir bus Sugeng Rahayu (SR) Nurhasan (36) warga Desa Plandi, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang menyerempet Mustakim (35) kernet bus Mira, hingga tergencet dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) karena luka parah dibagian kepala itu, diancam hukuman 12 tahun penjara.

Sementara Sugeng Santoso sopir bus Mira, yang sebelum kernetnya Mustakim, warga Jambean, Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro itu, tewas tergencet diantara bus Sugeng Rahayu dan bus Mira, dilihat warga menghentikan bus-nya ditengah jalan, sehingga bus Sugeng Rahayu yang berada dibelakang, terpaksa mengambil jalur kiri sehingga menyerempet korban, masih diperiksa di Unit Laka Lantas Polres Magetan ini.

Nurhasan sopir Sugeng Rahayu kami jerat dengan pasal 311 ayat 3, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, dengan ancaman kurungan penjaran selama 12 tahun,"kata Kepala Unit Laka Lantas Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto kepada Surya, Sabtu (2/12/2017).

Dikatakan Ipda Yudi, Nurhasan tidak hanya dikenakan pasal 311 Undang Undang lalu lintas, tapi juga dikenakan pasal 312 Undang Undang yang sama, akibat tidak bertanggungjawab pasca kejadian laka lantas di Simpang Tiga, traffic light, Glodok, Kecamatam Karangrejo, Kabupaten Magetan, Selasa (28/11/2017) lalu.

"Mereka yang terlibat kecelakaan, kemudian meninggalkan atau melarikan diri begitu saja, diancam dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta. Namun kita akan koordinasi dengan Kejaksaan bila ada petunjuk pakai KUHP, tidak masalah, "jelas salah satu pejabat Lalu Lintas Polres Magetan ini.

Nurhasan sopir bus Sugeng Rahayu W 7007 UZ yang melarikan diri pasca korban tewas di TKP, ditangkap tim gabungan dari Polres Magetan dan Tulungagung, saat tersangka Nurhasan hendak mengantar perempuan yang akan dinikahinya ke Blitar.

"Tersangka ini kami tangkap saat di dalam bus Harapan Baru di kawasan Gor Lembu Peteng Jalan Soekarno Hatta, Tulungagung, Selasa (28/1/20171) malam lalu. Karena melarikan diri itu tersangka kami kenakan tambahan pasal 312 UU Nomot 22 tahun 2009 itu,"kata Kanit Laka Lantas Yudi.

Sedang Sugeng Santoso, sopir bus Mira nomor polisi S 7281 US, yang diduga sebagai penyebab kecelakaan, karena berhenti tiba tiba ditengah jalan, sehingga Nurhasan sopir bus Sugeng Rahayu nopol W 7007 UZ mengambil membanting stir mengambil haluan kiri.

"Sampai saat ini sopir bus Mira, masih kami lakukan penyidikan, nanti akan kita gelar, untuk menentukan arahnya,"ujar Kanit Laka Yudi Wiyanto.

Seperti diberitakan, kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kernet bus Mira Mustakim meninggal di TKP karena luka parah dibagian kepala mengundang berbagai tanggapan di masyarakat. Pasalnya, dua bus dengan trayek yang sama Solo - Surabaya ini, sejak keluar dari terminal Tirtonadi Solo sudah adu kecepatan, untuk memperebutkan penumpang.

Puncaknya, sesampainya di Sidowayah, Kabupaten Ngawi, kedua awak bus ini informasinya hampir adu pukul. Namun masih bisa dilerai dan berlanjut sampai Simpang Tiga Glodok, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, tiba tiga bus Mira berhenti mendadak ditengah jalan, dan kernet Murtakim (korban) terlihat membawa kunci ban/dongkrak, melihat situasi itu, sopir bus Sugeng Rahayu membanting stir mengambil haluan kiri.

Dalam situasi itu, kernet naas itu mengejar bus Sugeng Rahayu, dan tanpa ada tahu persis diketahui sudah tergencet diantara dua bus, dan meninggal seketika di TKP dengan luka parah di kepala.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved