Surya/

Berita Banyuwangi

‎Filosofi Telur dalam Tradisi Endhog-Endhogan Banyuwangi untuk Peringati Maulid Nabi Muhammad

Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini biasa digelar di kota hingga ke pelosok desa.

‎Filosofi Telur dalam Tradisi Endhog-Endhogan Banyuwangi untuk Peringati Maulid Nabi Muhammad
surya/haorrahman
Endhog-Endogan, tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Banyuwangi. 

SURYA.co.id I BANYUWANGI - Setiap daerah di Indonesia memeriahkan Maulid Nabi dengan tradisi yang khas.

Banyuwangi memiliki tradisi merayakan tersebut yang dikenal dengan Endog-endogan, mengarak ribuan telur yang ditancapkan dalam pelepah pisang simbol nilai-nilai Islam yang harus dimiliki setiap umat Islam.

Ratusan orang mengarak puluhan jodang (pelepah pisang), yang ditancapi telur dan ancak (wadah berisi nasi dan lauk pauk), Sabtu (2/12/2017).

Masing-masing biasanya ditancapi 50 telur itik.

Jodang yang dihias aneka rupa itu diarak dari lima penjuru yang melambangkan jumlah sholat wajib umat muslim.

Arak arakan tersebut bertemu tepat di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Tak ketinggalan, Sholawat Nabi terus dikumandangkan mengiringi arak-arakan telur tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengatakan tradisi Endhog endhogan merupakan cara masyarakat Banyuwangi untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini biasa digelar di kota hingga ke pelosok desa.

Namun tahun ini tradisi ini dijadikan lebih besar dan meriah melalui Festival Endhog endhogan.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help