Surya/

Citizen Reporter

Maknyusnya Pentol Kabul asal Desa Krembung

seperti pentol pada umumnya, pentol Kabul pun menawarkan kelezatan dan kekenyalan daging sapi pilihan, namun ada keuletan perjuangan di sana ..

Maknyusnya Pentol Kabul asal Desa Krembung
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Eka Intan Sari
Mahasiswa Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PENTOL, siapa yang tak mengenal makanan populis ini. Dari anak-anak hingga orang dewasa menyukainya. Salah satu produk pentol rekomendasi adalah pentol kabul dari daerah Krembung, Sidoarjo. Pentol kabul racikan Muklis (27) ini semakin istimewa karena terasa sungguh lezatnya perjuangan.

Bermula dari pentol yang dijajakan keliling menggunakan sepeda angin, dilakoni Muklis selama empat tahun. Saat itu, Muklis masih tercatat sebagai mahasiswa S1 program studi Ekonomi/Manajemen di Universitas Islam Majapahit Mojokerto.

Lulus kuliah, Muklis memutuskan mandiri dengan meracik pentol sendiri. Cibiran sarjana pentol justru melecut semangatnya.

Awal tahun 2014 Muklis kembali berkeliling menjajakan pentol. Bedanya, pentol yang ia jual adalah produksinya sendiri.

Rumah kontrakan di Krembung menjadi saksi perjuangannya memproduksi pentol yang ia labeli Kabul. Pentol Kabul mulai memikat bocah-bocah SD di Sidoarjo.

Kabul, tak lain nama bekas bos-nya saat Muklis dulu bekerja di sana. Rasa pentol Kabul yang lezat dan enak, dengan tekstur pentol tak terlalu kasar, dan dagingnya lebih terasa menjadi keunggulannya.

Selain, saos cocolnya terasa pas saat bertemu dengan pentol Kabul menjadikan digemari masyarakat, tak hanya di Krembung saja.

Pentol Kabul tak tampil solo, ada juga tahu dan siomay yang tidak kalah enaknya. Muklis. dibantu tiga pegawai untuk mengoperasikan mesin pembuatan pentol.

Sedangkan untuk tahu dan siomay masih memanfaatkan tenaga manusia.

Dalam satu hari Muklis menghabiskan 50 kg tepun untuk membuat tahu, dan 200 kg daging, 150 kg tepung, dan 160 kg kanji untuk mengolah pentol Kabul.

Keinginan Muklis memang sudah terkabul, kini pentol Kabul sudah membuka cabang di lebih dari 26 mini swalayan di Sidoarjo dan Bangil, Pasuruan. Jangan lupa, cicipi pentol Kabul dari Desa Krembung.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help