Surya/

Berita Surabaya

BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Gandeng Jasa Raharja dan Kepolisian

Terutama para pekerja yang tugasnya harus melakukan perjalanan lalu lintas maupun dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja.

BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Gandeng Jasa Raharja dan Kepolisian
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari
Sosialisasikan Program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan PAK (Penyakit Akibat Kerja) pada Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), BPJS Ketenagakerjaaan Wilayah Surabaya, Kamis (30/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas dalam beberapa kasus ternyata juga termasuk dalam kecelakaan kerja.

Terutama para pekerja yang tugasnya harus melakukan perjalanan lalu lintas maupun dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja.

Dalam penanganan di rumah sakit, korban kecelakaan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, memiliki Rumah Sakit (RS) rujukan atau biasa disebut RS Crisis Center BPJS Ketenagakerjaan.

"Dalam penangananya termasuk pembiayaan sebagai tahap awal, bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Itu untuk kecelakaan non tunggal.

Besarannya sesuai dengan ketentuan Jasa Raharja, yaitu perawatan maksimal Rp 20 juta. Bila ternyata lebih, bisa ditambahkan dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," jelas Denny Ronald, Kepala Perwakilan Jasa Raharja Surabaya, dalam kegiatan Sosialisasikan Program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan PAK (Penyakit Akibat Kerja) pada Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), BPJS Ketenagakerjaaan Wilayah Surabaya, Kamis (30/11/2017).

Kewenangan Jasa Raharja memang memberikan santunan kepada korban luka maupun meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang non tunggal.

Sementara bagi peserta BPJS ketenagakerjaan, santunan korban kecelakaan terutama kecelakaan kerja, bisa mendapatkan biaya pengobatan hingga sembuh. Bahkan saat meninggal saat bekerja juga mendapat santunan.

Salah satunya, seperti peserta BPJS ketenagakerjaan, atas nama almarhum, Christoforus Gaja Lasaren yang mengalami kecelakaan kerja di tempat kerjanya.

"Almarhum merupakan koki dimsum di CV Sea Harvest (Grand Ocean Reataurant) yang tiba-tiba jatuh dan meninggal di perusahaan. Setelah dibawa ke rumah sakit sudah dinyatakan meninggal," jelas Suharto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa.

Dikarenakan berstatus menikah maka ahli waris adalah istri almarhum, Novita Elesye Lahamendu.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help