Surya/

Citizen Reporter

Awas Terbius di Surga Borneo

belum sepenuhnya terjamah dengan udara murni, itulah keindahan surga di bumi Borneo ini .. tak heran jika kau bakal terjebak ...

Awas Terbius di Surga Borneo
istimewa
Sunset di Tanjung Selor 

Reportase Adrianus Jefri Lopes
Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

TANJUNG Selor, mungkin nama kota yang satu ini jarang terdengar di telinga Anda. Letak ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini tidak jauh dari Tarakan dan Berau. Beberapa kota di provinsi termuda di Indonesia ini berbatasan langsung dengan Malaysia.

Saat berpetualang ke kota ini, kami para relawan,  disuguhi nuansa alam nan indah yang benar-benar masih alami.

Letak Tanjung Selor persis berada di bibir sungai Kayan, terasa sungguh memanjakan mata dengan aktivitas perahu sebagai pengganti angkutan, mondar-mandir menyeberang ke Kecamatan Tanjung Palas.

Sepanjang pinggir sungai Kayan pun mirip alun-alun kota, menjadi pusat aktivitas warga. Di sini, tersedia ruang terbuka hijau untuk bersantai ria di tepian sungai sambil menikmati matahari terbenam.

Berada di Kaltara, terasa kurang greget bila tak menikmati jajanan khas-nya. Pengunjung bisa datang ke Kulteka, pusat jajanan khas Tanjung Selor ini buka mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA.

Kota bekas Kerajaan Bulungan ini menyimpan banyak destinasi wisata alam maupun wisata sejarah dengan status wajib dikunjungi. Ada wisata Tanah Kuning, pemandian alam tengah hutan, dan wisata sejarah peninggalan Istana kesultanan Bulungan lengkap dengan makam para raja Bulungan.

Provinsi yang satu ini masih menyimpan sejuta tempat wisata dan budaya lainnya, seperti bukit Garam Krayan, spesies banteng di Long Tua Taman Nasional Kayan Mentarang, hingga penghuni asli Borneo, Suku Punan di Kabupaten Malinau dan Bulungan.

Selain beberapa destinasi wisata Kota Tanjung Selor, ada lagi surga tersembunyi Borneo, seperti puncak Gunung Putih yang menyuguhkan pemandangan Tanjung Selor.

Puas mengunjungi kota kecil ini jangan lupa sempatkan diri mengikuti Irau, pesta rakyat yang dirayakan setahun sekali. Tradisi warga mengucap syukur kepada sang Penguasa dan leluhur atas berkah hasil panen yang berlimpah.

Sebelum kembali, jangan lupa abadikan momen di tugu Burung Enggang dan Telur Pecah yang menjadi ikon utama Kaltara. Sempatkan membeli suvenir tas rotan etnik dan unik dari pasar induk setempat.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help