Surya/

Liputan Khusus

Sulap Dolly Jadi Kawasan Wisata, Kata Risma : Ada Potensi Besar di Sana. . .

Penggalakan UKM di eks lokalisasi bertujuan untuk menstabilkan ekonomi warga yang terdampak penutupan lokalisasi.

Sulap Dolly Jadi Kawasan Wisata, Kata Risma : Ada Potensi Besar di Sana. . .
surya/ahmad zaimul haq
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencoba batik saat peresmian kampung wisata Dolly, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bersaing.

Setiap tahun pemkot menganggarkan Rp 10 miliar lebih untuk bisa mendukung para pelaku UKM di Surabaya.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan menjelaskan, program pengembangan UKM didorong oleh banyak SKPD.

“Ada Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, dan juga ada Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A). Jadi sistemnya terpadu,” kata Hendro, Sabtu (25/11/2017).

Masing-masing SKPD memiliki tugas dan peran berbeda. Dinas Perdagangan membantu menangani perizinan, mulai SIUP, TDP dan juga izin merek.

Ditegaskan Hendro, pengelola UKM bisa mengajukan pengurusan izin usaha secara gratis karena semua biayanya ditanggung APBD.

“Memang ada sistem kuota. Namun warga yang mengajukan izin UKM tidak pernah ditolak, ya kita uruskan dan tidak pernah ditarik biaya,” katanya.

Sedangkan peran Dinas Koperasi dan UMKM menyediakan sentra kuliner UKM, dan juga tempat pamer produk.

Pemilik UKM tinggal mendaftar dan tidak menutup kemungkinan bisa diikutkan pameran di setiap event secara gratis.

“Pertumbuhan UKM kita cukup tinggi. Per tahun selalu ada UKM baru. Kami juga menggandeng swasta untuk meningkatkan geliat UKM melalui program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, kalau itu dananya full dari CSR swasta,” ujar Hendro.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help