Berita Pendidikan Surabaya

Jatim Minim Layanan Sekolah Inklusif, selian Belum Merata, ternyata ini Kendalanya Lainnya

Pemprov Jatim akan perluasan layanan pendidikan siswa inklusif karena semua daerah di Jatim belum dinikmati layanan tersebut.

Jatim Minim Layanan Sekolah Inklusif, selian Belum Merata, ternyata ini Kendalanya Lainnya
surya/haorrahman
Sekolah inklusif SDN 3 Karangrejo, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi mendapat kunjungan Bupati Abdullah Azwar Anas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim akan perluasan layanan pendidikan siswa inklusif karena semua daerah di Jatim belum dinikmati layanan tersebut.

Data Dinas Pendidikan Jatim, dari total 38 kabupaten/kota se-Jatim, baru sekitar 28 daerah telah memiliki sekolah inklusif.

Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Ninik Astuti Dewantari mengungkapkan, diperlukan adanya penambahan akses pendidikan inklusif yang lebih merata di Jatim.

Khususnya untuk jenjang SMA/SMK yang setahun terakhir telah memegang tanggung jawab mengelola pendidikan menengah.

“Sedang kami jaring usulan dari cabang Dindik Jatim di kabupaten/kota agar mengusulkan SMA/SMK baru untuk sekolah inklusif,” tutur Ninik.

Saat ini, terdapat 88 SMA/SMK negeri inklusif yang sudah tercatat di Jatim.
Tahun depan, sekolah-sekolah tersebut akan mendapat SK penetapan kembali dari provinsi sebagai penyelenggara pendidikan inklusif.

Selain sekolah yang sudah terdaftar, usulan sekolah inklusif yang baru juga akan ditetapkan oleh provinsi.

“Penetapan ini kaitannya dengan kuota PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) jalur inklusif,”ungkap Ninik.

Perluasan layanan ini, lanjut dia, lantaran Jatim telah memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan inklusif.

Penyelenggaraan pendidikan inklusif juga telah diatur sejak enam tahun lalu melalui Pergub Nomor 6 tahun 2011.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help